IFA.id — Ada momen yang tak terlupakan bagi banyak keluarga muslim di Indonesia: saat anak memutuskan untuk mondok di pesantren. Sebuah langkah besar, bukan sekadar pindah sekolah, tapi juga perubahan hidup.
Dari pagi yang diiringi suara adzan subuh hingga malam yang diisi hafalan dan kajian, dunia pesantren menuntut kesiapan lahir batin. Namun, sebelum sampai ke sana, ada satu gerbang yang harus dilalui: ujian masuk pesantren.
Dan di sinilah banyak calon santri mulai merasa gugup. Bukan hanya karena takut tak lulus, tapi juga karena belum tahu seperti apa sebenarnya tes yang akan dihadapi.
Nah, IFA.id merangkum tujuh tips penting agar calon santri bisa lebih siap bukan hanya agar lulus ujian, tapi juga agar mantap melangkah menuju kehidupan pesantren yang sesungguhnya.
Baca Juga: Pesantren Modern vs Salaf: Apakah Syarat Masuknya Berbeda?
1. Pahami Jenis Pesantren dan Pola Seleksinya
Setiap pesantren punya karakter dan sistem seleksi yang berbeda. Ada pesantren salaf yang fokus pada kitab kuning dan hafalan, ada juga pesantren modern yang menggabungkan kurikulum nasional dengan pendidikan agama.
Misalnya, Pesantren Gontor memiliki tes bahasa Arab dan Inggris yang cukup ketat, sementara pesantren salaf seperti Lirboyo lebih menekankan kemampuan baca kitab dan hafalan dasar.
Karena itu, langkah pertama yang paling krusial adalah memahami karakter pesantren yang dituju. Buka website resmi, baca panduan pendaftarannya, dan cari tahu pengalaman santri sebelumnya di media sosial.
IFA.id mencatat, calon santri yang benar-benar memahami sistem seleksi suatu pesantren memiliki peluang dua kali lebih besar untuk lolos dibanding yang tidak melakukan riset sama sekali.
Baca Juga: Syarat Masuk Pesantren 2025: Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?
2. Latihan Baca Kitab dan Dasar-Dasar Nahwu Shorof