4. Tidak Memahami Doa Istikharah dengan Hati
Sering kali, doa istikharah dibaca hanya sebagai rutinitas. Padahal, inti dari istikharah justru terletak pada makna doanya. Nabi SAW mengajarkan doa istikharah dengan kalimat penuh pengakuan bahwa manusia tidak tahu apa pun, dan hanya Allah yang Maha Mengetahui.
Baca Juga: Cara Shalat Istikharah yang Benar dan Waktu Terbaik Melakukannya
Doanya adalah:
Allahumma inni astakhiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as’aluka min fadhlikal ‘azhim. Fa innaka taqdiru wa la aqdir, wa ta’lamu wa la a’lam, wa anta ‘allamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amra khairun li fi dini wa ma’asyi wa ‘aqibati amri, faqdurhu li wa yassirhu li tsumma barik li fihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amra syarrun li fi dini wa ma’asyi wa ‘aqibati amri, fashrifhu ‘anni washrifni ‘anhu waqdur li al-khaira haitsu kana tsumma ardhini bihi.
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon ketentuan-Mu dengan kekuasaan-Mu, serta aku memohon karunia-Mu yang besar. Karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedangkan aku tidak kuasa; Engkau Maha Mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui; Engkau-lah yang Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku, bagi agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tetapkanlah dan mudahkanlah untukku, lalu berkahilah aku di dalamnya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini buruk bagiku, bagi agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka jauhkanlah aku darinya dan jauhkanlah ia dariku. Dan tetapkanlah kebaikan untukku di mana pun kebaikan itu berada, lalu jadikan aku ridha dengannya.)
IFA.id menegaskan, membaca doa ini dengan pemahaman mendalam akan menghadirkan ketenangan luar biasa. Sebab seseorang yang benar-benar yakin pada takdir Allah, tidak akan takut salah memilih.
Baca Juga: Membedah Makna Shalat Istikharah: Ketika Hati Bimbang, Langit Menuntun
5. Menjadikan Istikharah Sebagai Alat Memaksa Kehendak
Ada yang melakukan istikharah dengan hati yang sudah condong. Mereka ingin Allah membenarkan keinginan sendiri, bukan memberi pilihan terbaik.
Padahal, istikharah bukan untuk meyakinkan diri atas keputusan yang sudah dibuat, melainkan untuk menyerahkan pilihan sepenuhnya kepada Allah.
Jika seseorang sudah menetapkan pilihannya lalu berdoa agar itu yang direstui, maka bukan istikharah namanya, melainkan pembenaran diri. IFA.id menilai, keikhlasan dalam istikharah diukur dari kesiapan menerima apa pun hasilnya, bahkan jika itu berbeda dengan harapan.
6. Mengabaikan Shalat Sunnah Dua Rakaatnya
Sebagian orang langsung membaca doa istikharah tanpa mendirikan dua rakaat shalat sunnah terlebih dahulu. Padahal, doa istikharah seharusnya dibaca setelah shalat dua rakaat yang diniatkan khusus untuk istikharah.
Baca Juga: Menggapai Surga Melalui Bakti: Panduan Islami Menjaga Hati Orang Tua
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian berkehendak untuk melakukan sesuatu, hendaklah ia melaksanakan shalat dua rakaat selain shalat wajib, kemudian berdoalah kepada Allah.” (HR. Bukhari)
IFA.id menegaskan, dua rakaat tersebut bukan formalitas, melainkan bentuk penghadapan diri secara total kepada Allah. Saat berdiri, rukuk, dan sujud, seluruh jiwa diundang untuk hadir dalam ketenangan.
7. Lupa Bersyukur Setelah Mendapat Petunjuk
Ketika keputusan terasa tepat dan hidup berjalan lancar, banyak yang lupa bersyukur. Padahal, rasa syukur adalah penanda bahwa hati sudah mendapat cahaya petunjuk. Karena itu, IFA.id mengingatkan, setiap kali istikharah memberi arah, ucapkan hamdalah dengan sepenuh hati.