Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Sujud Tak Cukup: Arti Nyata Berbakti pada Orang Tua

- Selasa, 14 Oktober 2025 | 04:06 WIB
Arti Nyata Berbakti pada Orang Tua (Foto/Ilustrasi)
Arti Nyata Berbakti pada Orang Tua (Foto/Ilustrasi)

IFA.id – Ada banyak orang yang tekun beribadah, rajin bersedekah, dan hafal doa panjang. Tapi di balik semua amal itu, masih ada yang terlewat: berbakti kepada orang tua. Islam mengajarkan bahwa ketaatan sejati tidak hanya diukur dari banyaknya sujud, tetapi dari bagaimana seorang anak memperlakukan kedua orang tuanya.

Rasulullah SAW bersabda, “Ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi). Kalimat ini menjadi pengingat bahwa jalan menuju surga tidak selalu lewat mihrab, tapi juga lewat pintu rumah — tempat di mana ayah dan ibu menunggu dengan penuh harap dan kasih sayang.

Berbakti kepada orang tua dalam Islam bukanlah sekadar kewajiban formal, tetapi perjalanan spiritual. IFA.id mencatat, dalam setiap ayat Al-Qur’an yang membicarakan tentang tauhid, hampir selalu disertai perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 14, “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku kamu kembali.” Ini menunjukkan bahwa bersyukur kepada orang tua sejajar dengan bersyukur kepada Allah.

Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa bakti bukan hanya dengan materi. Ia adalah tentang perhatian, kelembutan, dan kehadiran. Banyak anak yang mampu memberi segalanya, tapi tidak punya waktu untuk sekadar mendengarkan. IFA.id menyoroti bahwa generasi modern sering kali terjebak dalam kesibukan, seolah waktu bersama orang tua bisa ditunda. Padahal, waktu tidak menunggu, dan usia mereka tidak bisa diulang.

Baca Juga: Rahasia Ridha Allah di Balik Doa Orang Tua

Islam menempatkan bakti sebagai amal yang tak pernah berhenti, bahkan setelah orang tua meninggal dunia. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Seseorang dapat terus berbakti kepada orang tuanya setelah mereka meninggal, dengan mendoakan, melunasi nazar mereka, dan menyambung silaturahmi dengan sahabat mereka.” (HR. Abu Dawud). Artinya, kasih anak kepada orang tua bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat.

Bakti juga berarti menjaga tutur kata dan sikap. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra: 23–24, “Janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak mereka, tetapi ucapkanlah perkataan yang mulia.” Ayat ini menunjukkan bahwa bahkan satu kata kasar pun bisa menjadi dosa besar, karena Islam memuliakan perasaan orang tua seperti memuliakan ibadah itu sendiri.

Kisah Umar bin Khattab RA sering menjadi pelajaran: ketika seorang lelaki menggendong ibunya keliling Ka’bah dan bertanya apakah ia telah membalas jasa sang ibu, Umar menjawab, “Tidak, bahkan engkau belum membalas satu tarikan napasnya ketika melahirkanmu.” IFA.id mencatat, kisah ini menegaskan bahwa berbakti bukan tentang menebus jasa, karena jasa mereka tak ternilai, tapi tentang menghargai kasih sayang yang tak terbalas.

Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk bakti sederhana bisa bermakna besar. Sebuah senyuman, telepon singkat, atau sapaan lembut bisa menjadi obat hati bagi orang tua. Islam mengajarkan bahwa senyum kepada orang tua termasuk sedekah, dan mendengarkan mereka adalah ibadah. IFA.id menilai, inilah bentuk spiritualitas yang paling manusiawi: mencintai tanpa syarat, sebagaimana orang tua mencintai tanpa pamrih.

Baca Juga: Mengapa Rasulullah Menganjurkan Emas Dinar? Ini Penjelasan Ekonominya

Namun, bakti juga menguji kesabaran. Tidak semua hubungan anak dan orang tua berjalan mulus. Ada luka, ada jarak. Tapi Islam tidak pernah menutup pintu. Doa dan permintaan maaf yang tulus bisa menyembuhkan hubungan yang retak. Bahkan, seorang anak yang memohon ampunan untuk orang tuanya disebut dalam Al-Qur’an sebagai tanda orang beriman (QS. Ibrahim: 41).

Pada akhirnya, sujud panjang di malam hari memang indah, tapi tidak lengkap tanpa sujud hati kepada orang tua. Mereka adalah sebab keberadaan kita, dan ridha mereka adalah cermin ridha Allah. Di dunia yang terus berlari cepat, IFA.id mengingatkan: berhentilah sejenak. Pulanglah. Lihat wajah mereka. Karena bisa jadi, doa yang mereka bisikkan itulah yang menjaga langkah, rezeki, dan keselamatan kita hingga hari ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X