IFA.Id - Di masyarakat, ada keyakinan bahwa puasa bukan hanya menyehatkan, tetapi juga membuat tubuh lebih awet muda. Namun, benarkah puasa mampu memperlambat penuaan? IFA.id menelusuri berbagai penelitian ilmiah dan kisah nyata yang menunjukkan bahwa puasa memang punya kaitan erat dengan proses penuaan tubuh.
Penuaan adalah proses alami yang tak bisa dihindari. Namun, kecepatan penuaan bisa diperlambat. Secara medis, tanda penuaan muncul akibat kerusakan sel, stres oksidatif, dan penurunan regenerasi sel. Menariknya, puasa terbukti mampu mengatasi faktor-faktor ini.
Menurut penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, puasa mengaktifkan proses autophagy, yakni mekanisme pembersihan sel dari kerusakan. Proses ini memungkinkan sel memperbarui dirinya, sehingga tubuh lebih sehat dan terlihat segar lebih lama.
IFA.id mencatat bahwa saat berpuasa, tubuh memproduksi lebih banyak hormon pertumbuhan (HGH). Hormon ini sangat berperan dalam menjaga massa otot, kesehatan kulit, dan metabolisme tubuh. Studi di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan produksi HGH hingga lima kali lipat.
Baca Juga: Kisah Nyata: Doa Setelah Sholat yang Datangkan Rezeki
Peningkatan hormon pertumbuhan inilah yang membuat kulit tampak lebih kencang, tubuh lebih bertenaga, dan tanda-tanda penuaan bisa diperlambat.
Salah satu penyebab utama penuaan adalah stres oksidatif, yakni kondisi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak daripada antioksidan. Puasa terbukti mampu menyeimbangkan kondisi ini. Sebuah studi di Cell Metabolism menunjukkan bahwa puasa meningkatkan produksi enzim antioksidan alami dalam tubuh.
Hasilnya, kerusakan sel berkurang, elastisitas kulit terjaga, dan organ tubuh lebih terlindungi dari degenerasi.
Obesitas mempercepat proses penuaan. Dengan berpuasa, tubuh membakar cadangan lemak dan menjaga berat badan tetap ideal. Banyak penelitian menemukan bahwa berat badan sehat berkontribusi besar terhadap umur panjang dan penampilan lebih muda.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Agar Diberi Kesehatan Jasmani dan Rohani
IFA.id melansir kisah nyata seorang selebriti dunia yang rutin menjalani puasa intermiten. Ia mengaku merasa lebih energik, kulitnya lebih segar, dan tubuhnya tetap bugar meski usianya sudah kepala lima.
Kulit adalah organ pertama yang menunjukkan tanda penuaan. Menariknya, puasa ternyata juga berdampak pada kesehatan kulit. Dengan menurunnya kadar insulin saat berpuasa, peradangan pada kulit berkurang. Hal ini membantu mengurangi risiko jerawat, kulit kusam, dan garis halus.
Dermatolog di Jepang menemukan bahwa pasien yang berpuasa mengalami peningkatan kelembapan kulit serta tekstur kulit yang lebih baik. Hasil ini mendukung klaim bahwa puasa memang bisa membantu menjaga keremajaan kulit.
Puasa tidak membuat tubuh lemah, justru meningkatkan vitalitas. Ketika tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, energi yang dihasilkan lebih stabil. Hal ini membuat tubuh terasa ringan, tidak mudah lelah, dan lebih produktif.