IFA.id – Pernahkah terlintas bagaimana Nabi Muhammad mencontohkan wudhu yang benar? Dalam kesibukan sehari-hari, wudhu sering dilakukan sekadar rutinitas, padahal setiap gerakan memiliki makna yang dalam.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan wudhu bukan hanya sebagai syarat sah shalat, tapi juga sarana penyucian jiwa. Maka, memahami cara wudhu sahih sesuai sunnah bukan sekadar teknis, melainkan juga jalan mendekatkan diri pada Allah dengan hati yang bersih.
Pertama-tama, wudhu dimulai dengan niat. Nabi SAW menegaskan bahwa setiap amal tergantung pada niatnya.
Maka, ketika seseorang berniat berwudhu karena Allah, ia sejatinya sudah memulai perjalanan spiritual.
Baca Juga: Wudhu dalam Islam: Makna Spiritual di Balik Gerakan Sederhana
Setelah niat, dilanjutkan dengan membaca basmalah. Walau terlihat sederhana, menyebut nama Allah di awal wudhu adalah bentuk kesadaran bahwa ibadah ini bukan ritual kosong, melainkan langkah menuju kebersihan lahir batin.
Gerakan pertama adalah membasuh telapak tangan hingga pergelangan sebanyak tiga kali. Nabi Muhammad mencontohkan hal ini sebagai bagian dari kebersihan diri. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau selalu memulai wudhu dengan membasuh tangan.
Secara medis, langkah ini juga masuk akal karena tangan adalah bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan kotoran. Maka, membersihkannya lebih dulu menjadi fondasi kebersihan wudhu.
Selanjutnya, berkumur dan menghirup air ke hidung (istinsyaq). Rasulullah selalu melakukannya sebanyak tiga kali, lalu mengeluarkan kembali air dari hidung (istintsar).
Baca Juga: Kenapa Startup Islami Jadi Pilihan Investasi Masa Depan?
Gerakan ini bukan sekadar simbolis, melainkan upaya nyata menjaga kebersihan mulut dan pernapasan. Bayangkan, seorang muslim melakukan wudhu lima kali sehari, artinya mulut dan hidung terjaga dari kotoran sepanjang hari. Tidak heran jika sunnah ini sangat dianjurkan.
Kemudian, wajah dibasuh mulai dari tempat tumbuh rambut hingga dagu dan dari telinga kanan ke telinga kiri, sebanyak tiga kali.
Nabi Muhammad SAW mencontohkan hal ini dengan teliti. Setelah itu, tangan dibasuh hingga siku, dimulai dari tangan kanan lalu kiri.