Menariknya, dalam beberapa hadis disebutkan bahwa bagian tubuh yang terkena air wudhu akan bercahaya pada hari kiamat. Sebuah gambaran indah bahwa kebersihan lahiriah bisa menjadi cahaya batin di akhirat kelak.
Baca Juga: Manfaat Wudhu bagi Kesehatan Tubuh dan Jiwa
Tahap berikutnya adalah mengusap kepala, cukup sekali, dengan menyapu tangan dari depan ke belakang lalu kembali ke depan.
Setelah itu, mengusap telinga bagian luar dan dalam. Rasulullah menegaskan bahwa telinga termasuk bagian kepala. Gerakan ini sederhana, tapi penuh makna: menyucikan pendengaran agar hanya mendengar yang baik.
Kemudian, kaki dibasuh hingga mata kaki, dimulai dari kanan lalu kiri, masing-masing tiga kali. Inilah penutup wudhu yang menyempurnakan seluruh anggota tubuh.
Setelah wudhu selesai, Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa khusus: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”
Baca Juga: Apa Itu Wudhu? Panduan Lengkap untuk Pemula
Dalam riwayat Tirmidzi, orang yang membaca doa ini setelah wudhu akan dibukakan delapan pintu surga.
Betapa indahnya, sebuah ibadah sederhana sehari-hari bisa menjadi tiket menuju surga. Maka, wudhu sahih sesuai sunnah Nabi bukan hanya soal membasuh anggota tubuh, melainkan sebuah perjalanan rohani yang meninggalkan jejak cahaya.
Baca Juga: Rahasia Wudhu yang Benar: Suci Lahir Batin
Artikel Terkait
Ayat-Ayat Keadilan Sosial: Tafsir Lengkap & Relevansi Kini
Rahasia Bisnis Halal di Era Digital
Cara Wudhu yang Benar: Hindari Kesalahan Kecil yang Bisa Batalkan Shalat
Menggali Potensi Startup Syariah untuk Generasi Milenial
Ekonomi Syariah dan Peran Startup Islami dalam Revolusi Bisnis