tafaquh

Jejak Tafsir Nusantara: Dari Shaleh Darat hingga Quraish Shihab

Senin, 25 Agustus 2025 | 04:54 WIB
Sejarah tafsir Nusantara yang membumi, mendunia, hingga digital.
  1. Membumi → Shaleh Darat menulis dengan bahasa rakyat.
  2. Mendunia → Nawawi membawa karya Nusantara ke Al-Azhar.
  3. Modern → Hasbi menghadirkan tafsir berbahasa Indonesia.
  4. Moral-spiritual → Hamka menulis tafsir yang penuh jiwa kebangsaan.
  5. Digital → Quraish Shihab membumikan tafsir di era televisi dan media sosial.

Jejak tafsir Nusantara membuktikan bahwa tafsir bukan sekadar kajian akademik, tetapi selalu hadir menjawab tantangan zaman. Dari kolonialisme, kebangkitan nasional, demokrasi, hingga era digital, tafsir menjadi lentera yang menuntun umat.

Baca Juga: Perlawanan Intelektual Shaleh Darat lewat Tafsir

Tafsir Nusantara adalah warisan intelektual yang kaya. Dari Shaleh Darat hingga Quraish Shihab, tafsir terus hidup dan berkembang, mengikuti perjalanan bangsa Indonesia. Setiap generasi punya caranya sendiri untuk menghadirkan cahaya al-Qur’an, tapi tujuan tetap sama: menjadikan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Artikel ini disarikan dari buku *Kajian Kitab Tafsir Indonesia* karya Waliko M.A, dkk. (2021), yang menyingkap peran ulama Nusantara dalam tradisi tafsir.

Sumber:
Waliko M.A, dkk. *Kajian Kitab Tafsir Indonesia*. Jombang: CV Nakomu, 2021.

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB