Allah SWT berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: 'Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).'" (QS. Ash-Shaff: 6)
Sebagian dari Bani Israil yang merasa terganggu dengan dakwah Nabi Isa AS bersekongkol untuk menyalibnya. Namun, Allah SWT menyelamatkannya dengan mengangkatnya ke langit.
Pengangkatan Nabi Isa AS ke Langit
Dalam Islam, diyakini bahwa Nabi Isa AS tidak disalib, melainkan Allah mengangkatnya ke langit dan menggantinya dengan seseorang yang diserupakan dengan beliau. Ini disebutkan dalam Al-Qur'an:
"Dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka..." (QS. An-Nisa: 157)
Nabi Isa AS masih hidup di langit dan akan kembali ke bumi pada akhir zaman untuk menegakkan keadilan, menghancurkan Dajjal, serta membawa manusia kembali ke jalan yang benar.
Kembalinya Nabi Isa AS di Akhir Zaman
Dalam berbagai hadis, disebutkan bahwa Nabi Isa AS akan kembali di akhir zaman untuk meluruskan ajaran yang telah diselewengkan.
Ia akan membunuh Dajjal, mendukung umat Islam, dan memerintah dengan adil sesuai syariat Islam. Setelah itu, ia akan wafat seperti manusia biasa dan dimakamkan di bumi.
Kisah Nabi Isa AS dalam Islam adalah kisah penuh keajaiban dan hikmah. Ia adalah seorang nabi yang lahir secara mukjizat, memiliki banyak keistimewaan, dan akan kembali di akhir zaman.
Perjalanan hidupnya mengajarkan tentang ketakwaan, kesabaran, dan keimanan yang teguh kepada Allah SWT. Kisah ini menjadi pelajaran bagi umat Islam untuk selalu mengikuti ajaran para nabi dan menjalankan perintah Allah dengan penuh keyakinan.