IFA.id -- Dalam Islam, Nabi Isa AS adalah salah satu dari lima nabi ulul azmi yang memiliki ketabahan dan kesabaran luar biasa dalam menyampaikan risalah Allah.
Ia adalah putra dari Maryam yang lahir dengan mukjizat tanpa seorang ayah, sebagai tanda kebesaran Allah SWT. Kisah Nabi Isa dalam Islam memiliki banyak keistimewaan yang membedakannya dari nabi-nabi lainnya.
Kelahiran yang Penuh Mukjizat
Kisah Nabi Isa AS dimulai dari ibunya, Maryam, seorang wanita suci yang dipilih oleh Allah SWT. Maryam mengabdikan dirinya di Baitul Maqdis dan mendapat perlindungan langsung dari Allah melalui Nabi Zakariya AS.
Baca Juga: Allah Menguji Hambanya, Ini Pelajaran Berharga Dalam Al-Qu'an yang Bisa Kita Petik
Pada suatu hari, Malaikat Jibril datang membawa kabar gembira bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan menjadi nabi, meskipun Maryam belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakannya dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, 'Jadilah!' Maka jadilah sesuatu itu." (QS. Ali Imran: 59)
Maryam kemudian mengasingkan diri dan melahirkan Nabi Isa AS di bawah pohon kurma. Mukjizat pertama Nabi Isa terjadi saat masih bayi, ketika ia berbicara untuk membela kesucian ibunya dari fitnah kaumnya.
Mukjizat Nabi Isa AS
Sejak kecil, Nabi Isa AS telah dianugerahi berbagai mukjizat oleh Allah. Beberapa mukjizat yang diberikan kepadanya antara lain:
- Berbicara saat masih bayi, membela ibunya dan menegaskan kenabiannya.
- Menyembuhkan orang buta dan penderita kusta, atas izin Allah.
- Menghidupkan orang mati, sebagai tanda kebesaran Allah.
- Menciptakan burung dari tanah liat dan membuatnya hidup dengan izin Allah.
- Mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati manusia.
Semua mukjizat ini menjadi bukti kenabiannya dan tanda kebesaran Allah, bukan karena kekuatan pribadi Nabi Isa AS.
Dakwah Nabi Isa AS
Nabi Isa AS diutus untuk mengajak Bani Israil kembali ke jalan yang benar, karena banyak dari mereka telah menyimpang dari ajaran Taurat yang asli.
Ia menyeru manusia untuk menyembah Allah yang Maha Esa dan membawa Injil sebagai kitab suci. Namun, banyak dari kaumnya yang menolak dan bahkan berusaha membunuhnya.