Baca Juga: Daging Unta: Obat Alami yang Diakui dalam Islam
Tentu saja, penelitian ini masih berkembang, namun arah temuan tersebut tampak selaras dengan apa yang sudah lama diyakini masyarakat Arab sejak masa Nabi.
Namun manfaat daging unta tidak hanya dilihat dari sisi kandungan nutrisi. Dalam tradisi pengobatan Islam, makanan bukan sekadar sumber energi, tetapi juga bagian dari ketertiban batin manusia.
Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zad al Ma'ad menyinggung bahwa makanan yang baik membantu menyehatkan fisik dan menenangkan jiwa. Ketika makanan itu dianjurkan dalam sunnah, biasanya ada hubungan yang kuat antara kemanfaatan jasmani dan keberkahan rohani.
Artinya, ketika seseorang mengonsumsi makanan yang disebut dalam sunnah, ada sisi keberkahan yang ikut hadir dalam tubuhnya.
Baca Juga: Mengapa Daging Unta Dianggap Obat Menurut Sunnah?
Bagi sebagian orang, keberkahan ini menjadi unsur yang tidak dapat didefinisikan oleh penelitian laboratorium.
Keberkahan adalah sesuatu yang dirasakan melalui hadirnya ketenangan, bertambahnya kesehatan, atau berkurangnya penyakit melalui cara yang sulit dijelaskan hanya dengan data fisik.
Namun Islam mengajarkan bahwa manusia tidak hanya tubuh, tetapi juga ruh dan hati. Karena itu, makanan yang diperintahkan atau disunnahkan oleh Nabi memiliki nilai yang lebih lengkap dibandingkan makanan biasa.
Meski demikian, penting untuk memahami bahwa tidak semua anjuran Nabi dimaksudkan untuk diterapkan dalam setiap kondisi dan setiap iklim. Sebagian ulama menegaskan bahwa pengobatan Nabi terbagi menjadi dua jenis.
Baca Juga: Mengapa Daging Unta Dianggap Obat Menurut Sunnah?
Pertama, pengobatan universal yang berlaku sepanjang masa. Kedua, pengobatan yang bersifat kontekstual, sesuai kondisi fisik umat pada masa itu, pola hidup mereka, dan lingkungan yang mereka tinggali.
Dalam kategori kedua inilah sebagian ulama menempatkan manfaat daging unta. Artinya, kebermanfaatannya sangat mungkin kuat di daerah beriklim panas dan kering, tetapi berbeda bagi masyarakat di iklim lain.
Walau begitu, melihat daging unta sebagai bagian dari sunnah membuat banyak umat Islam merasa perlu mengenalnya lebih dekat. Dalam kehidupan modern, beberapa negara mulai meneliti manfaat daging dan susu unta secara lebih ilmiah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa susu unta memiliki kandungan antibakteri, antidiabetes, dan membantu memperkuat imunitas. Hal ini kembali membuka pintu diskusi bahwa apa yang disebut Rasulullah ribuan tahun lalu, perlahan diterangi ulang oleh hasil riset kontemporer.
Artikel Terkait
Alhamdulillah: Zikir Pendek, Nikmat Tanpa Batas
Dampak Alhamdulillah pada Ketenangan Hati