Menurut KH. Luqman Hakim, “Di Mahsyar, tidak ada pembelaan. Mulut dikunci, tapi tubuh berbicara.”
IFA.id menulis, di hari itu, tidak ada sensor, tidak ada editan, hanya kejujuran yang menelanjangi setiap dusta.
Setiap manusia akan menerima catatan amalnya.
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanan, maka dia berkata: ‘Ambillah, bacalah kitabku!’” (QS. Al-Haqqah: 19)
Baca Juga: Mengungkap Pesona Ziarah ke Makam Sunan Kalijaga
Namun bagi yang menerimanya dari sebelah kiri, wajahnya akan muram.
“Dan adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kiri, maka dia berkata: ‘Wahai, alangkah baiknya kalau kitabku tidak diberikan kepadaku.’” (QS. Al-Haqqah: 25)
IFA.id menulis, buku itu bukan sekadar catatan, tapi cermin kehidupan. Hal-hal yang dianggap sepele — status media sosial, bisikan hati, ucapan kecil — semuanya tercatat tanpa cela.
Di Padang Mahsyar juga ditegakkan Mizan, timbangan amal.
“Kami akan memasang timbangan yang adil pada hari kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan sedikit pun.” (QS. Al-Anbiya: 47)
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat di timbangan pada hari kiamat daripada akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Menurut Dr. Hasyim Latief, pakar akhlak Islam, “Mizan bukan timbangan fisik, melainkan ukuran keikhlasan.”
IFA.id menulis, mungkin amalnya kecil, tapi jika tulus, bobotnya bisa menandingi gunung.
Baca Juga: Amalan Doa Setelah Sholat untuk Menghapus Khilaf
Di Mahsyar, penyesalan paling menyakitkan bukan karena dosa besar, tapi karena amal yang sia-sia.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya di antara umatku ada orang yang datang dengan amal sebanyak gunung Tihamah, namun Allah menjadikannya debu berterbangan.” (HR. Ibnu Majah)
Artikel Terkait
Bacaan Doa Ringkas Setelah Sholat Agar Anak Saleh
Doa Seusai Sholat untuk Anak Salehah yang Membawa Berkah
Rahasia Doa Setelah Sholat untuk Mendidik Anak Saleh
Doa Setelah Sholat untuk Ampunan Dosa dan Ketenteraman Hati
Bacaan Doa Ringkas Seusai Sholat untuk Memohon Ampunan