IFA.Id - Di sebuah kampung kecil di Jawa Tengah, hidup seorang pemuda bernama Rafi, anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak kecil, ia tumbuh dalam kesederhanaan. Ayahnya seorang penjual sayur keliling, ibunya penjahit rumahan. Meski hidup pas-pasan, satu hal tak pernah hilang dari rumah itu: doa dan cinta.
Ketika teman-temannya sibuk mengejar karier di kota besar, Rafi memilih tetap tinggal di desanya. “Aku ingin menemani ibu,” katanya sederhana. Keputusan itu sempat dianggap aneh oleh banyak orang, tapi belakangan terbukti: keikhlasannya menjadi sumber keberkahan tak terduga.
IFA.id mencatat kisah ini pertama kali viral di sebuah forum islami. Rafi, yang kini dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang pertanian organik, dulunya hanyalah seorang remaja yang berjuang menafkahi ibunya.
Suatu malam, ketika hujan deras mengguyur, ibunya jatuh sakit keras. Jarak rumah ke puskesmas sekitar 4 kilometer, dan kendaraan satu-satunya adalah sepeda tua peninggalan ayahnya. Tanpa pikir panjang, Rafi mengayuh sepedanya menembus hujan sambil menggendong ibunya di belakang.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Dzuhur yang Membawa Ketenangan Jiwa
“Saya tidak takut kehujanan. Yang saya takutkan hanya satu: kehilangan ibu sebelum sempat berbakti,” kata Rafi dalam sebuah wawancara.
Kisah ini menjadi simbol nyata bahwa bakti anak dalam Islam bukan sekadar ucapan manis, tapi perbuatan yang lahir dari cinta tulus dan iman yang hidup di dada.
IFA.id melansir dari Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, berbakti kepada orang tua (birrul walidain) adalah amalan yang hampir sejajar dengan ibadah kepada Allah.
Dalam Al-Qur’an, Surah Luqman ayat 14 disebutkan:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku kembalimu.”
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Subuh untuk Rezeki Lancar dan Hati Tenang
Ayat ini menunjukkan bahwa bakti bukan hanya bentuk kasih sayang, melainkan perintah langsung dari Allah.
Bakti adalah ibadah, dan setiap langkah anak dalam melayani orang tuanya akan dicatat sebagai amal saleh yang tak terputus.
Rafi bukan satu-satunya yang menunjukkan teladan itu. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
IFA.id menegaskan, hadis ini menjadi fondasi spiritual bahwa bakti anak tidak berhenti saat orang tua wafat. Doa anak saleh adalah warisan langit yang terus mengalir bahkan setelah tanah merah menutup jasad orang tua.
Artikel Terkait
Puasa Bikin Tubuh Awet Muda, Mitos atau Fakta?
Mengapa Puasa Efektif Atasi Stres & Kelelahan?
Puasa Sebagai Terapi Alami untuk Tubuh & Jiwa
Puasa dan Pentingnya Menata Hati di Tengah Hiruk Pikuk Dunia
Amalan Doa Singkat Setelah Sholat Sesuai Sunnah