3. Keutamaan Ilmu dalam Islam
Islam mengajarkan bahwa ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Dalam banyak hadis, Nabi Muhammad SAW memberikan penekanan besar terhadap pentingnya ilmu, di antaranya dalam hadis berikut:
“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud)
Hadis ini menggambarkan bahwa ilmu adalah warisan yang lebih berharga dari harta duniawi. Para nabi tidak meninggalkan harta benda, tetapi mereka mewariskan ilmu yang dapat memberikan petunjuk hidup yang benar kepada umatnya.
Baca Juga: Ilmu Aqidah dalam Islam: Dasar Pemahaman dan Keimanan Seorang Muslim
Keutamaan ilmu dalam Islam juga tercermin dalam beberapa ayat lainnya, seperti dalam surah Az-Zumar ayat 9 yang menyebutkan:
“Katakanlah: ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.’”
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang berilmu akan lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki ilmu, bahkan dalam kehidupan dunia ini.
4. Jenis-jenis Ilmu yang Ditekankan dalam Islam
Dalam Islam, ilmu dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu:
a. Ilmu yang Bersifat Duniawi (Ilmu Syari’ah)
Ilmu ini meliputi pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan dunia, seperti ilmu tentang pertanian, kedokteran, ekonomi, dan sebagainya, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup umat manusia.
Ilmu ini menjadi sangat penting karena dapat membantu umat Islam dalam mengatasi tantangan-tantangan duniawi dengan cara yang halal dan sesuai dengan syariat Islam.
b. Ilmu yang Bersifat Ukhrawi (Ilmu Agama)
Ilmu agama adalah ilmu yang berkaitan langsung dengan wahyu Allah, yakni Al-Qur’an dan Hadis. Ilmu ini termasuk memahami hukum-hukum fiqh, aqidah, sejarah Islam, dan lainnya.
Ilmu ini sangat penting karena menjadi dasar dalam menjalankan kehidupan beragama yang sesuai dengan ajaran Islam.
Keduanya, baik ilmu duniawi maupun ukhrawi, keduanya sangat penting dalam Islam dan tidak ada satu pun yang boleh diabaikan. Bahkan, ilmu agama menjadi landasan dalam memperoleh ilmu duniawi yang bermanfaat.
5. Menuntut Ilmu Tidak Mengenal Batasan Waktu dan Usia
Menuntut ilmu tidak terbatas pada usia tertentu. Dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hayat. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahad.” (HR. Al-Baihaqi)
Artikel Terkait
Tiga Hidangan Khas Malaysia yang Halal dan Lezat
Makanan Khas Bali Halal yang Wajib Kamu Coba Saat Liburan
Kuliner Halal dan Lezat di Medan yang Wajib Dicoba
Ilmu Aqidah dalam Islam: Dasar Pemahaman dan Keimanan Seorang Muslim
Hukum Menghargai Agama Lain dalam Islam: Sebuah Kajian Toleransi dan Kerukunan Antar Umat Beragama