IFA.ID--Meraih medali perak di ajang Olimpiade Sains Nusantara (OSN) bukanlah hal yang mudah. Namun, bagi Muhidin, mahasiswa STIE YAI sekaligus kader aktif PMII Jakarta Pusat, pengalaman ini menjadi salah satu pencapaian paling berharga dalam hidupnya.
Perjalanan menuju prestasi itu tidak ditempuh dengan jalan mulus. Ada banyak tekanan yang harus dihadapi, latihan intensif yang melelahkan, dan pengorbanan waktu yang tak sedikit. Di saat teman-teman lain bisa menikmati waktu luang, Muhidin justru tenggelam dalam belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tapi semua itu terasa terbayar lunas saat namanya diumumkan sebagai peraih medali perak dan berdiri sejajar dengan para peserta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.
"Ada rasa bangga, bahagia, sekaligus sedikit penasaran karena masih ada satu tingkat lagi emas yang belum tercapai. Tapi justru itu yang memacu semangatku untuk terus berkembang," ujar Muhidin dengan mata yang menyiratkan tekad kuat.
Bagi Muhidin, OSN bukan sekadar ajang lomba adu pintar. Lebih dari itu, OSN adalah ruang untuk mengasah karakter, memperkuat daya juang, dan membentuk semangat kolaborasi di tengah persaingan. Ia mengaku bahwa pengalaman ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi tentang bagaimana setiap proses membentuk pribadi yang lebih tangguh dan visioner.
Dalam pesannya kepada pelajar dan mahasiswa lain yang sedang berjuang, Muhidin berujar dengan penuh semangat:
"Jangan takut untuk bermimpi besar. Hasil tidak pernah mengkhianati proses. Konsistensi, tekad, dan kerja keras adalah kunci. Kalah menang itu urusan nanti yang penting, berikan versi terbaik dari dirimu sendiri. OSN bukan hanya lomba, ini adalah ajang pembentukan karakter dan mental."
Kisah Muhidin menjadi pengingat bahwa di balik setiap prestasi, selalu ada perjuangan panjang yang seringkali tidak terlihat. Ia adalah contoh nyata bahwa siapa pun bisa bersinar jika punya keberanian untuk bermimpi dan komitmen untuk berusaha.
Kini, setelah meraih perak, Muhidin tidak berhenti di sana. Justru, capaian ini menjadi titik tolak baru baginya untuk menatap lebih jauh menuju emas, menuju masa depan yang lebih gemilang.