IFA.id - Pernah nggak sih kita merasa penasaran kenapa manusia bisa bertindak baik, tapi kadang juga terseret ke arah yang salah? Dalam Psikologi Islam, jawaban atas pertanyaan ini nggak hanya dilihat dari aspek biologis atau sosial, tapi juga spiritual. Yuk, kita bahas gimana Islam memandang pola perilaku manusia secara mendalam dan penuh makna!
Fitrah: Potensi Baik yang Ada dalam Diri Kita
Tahu nggak? Setiap manusia sebenarnya dilahirkan dengan potensi untuk berbuat baik. Ini yang disebut fitrah. Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, kita semua punya modal dasar untuk mengenal Allah dan hidup sesuai syariat-Nya. Tapi, lingkungan dan pengalaman hidup sering kali ikut membentuk cara kita bertindak. Jadi, kalau mau balik ke jalur yang benar, salah satu kuncinya adalah memperkuat pendidikan dan bimbingan yang positif.
Nafs: Kekuatan yang Membentuk Perilaku Kita
Dalam Psikologi Islam, perilaku kita banyak dipengaruhi oleh nafs atau jiwa. Nah, nafs ini punya tiga tingkatan yang unik banget:
1. Nafs Ammarah
Ini jiwa yang gampang banget terpengaruh hawa nafsu dan cenderung ke arah negatif. Allah sudah mengingatkan tentang ini:
“Sesungguhnya nafs ammarah itu menyuruh kepada kejahatan.” (QS. Yusuf: 53)
2. Nafs Lawwamah
Pernah nyesel setelah melakukan kesalahan? Nah, itu tanda jiwa kamu ada di tingkatan ini. Lawwamah adalah jiwa yang mulai sadar dan berusaha memperbaiki diri.
3. Nafs Muthmainnah
Ini jiwa yang udah damai banget. Orang dengan jiwa ini hidupnya tenang dan selalu ridha sama Allah. Sebagaimana firman Allah: