2. Sedekah pendidikan
Mengajari membaca Al-Qur’an, membantu mengerjakan PR, atau mendampingi mereka belajar keterampilan.
3. Sedekah waktu
Berinteraksi, mengajak bermain, mengajarkan sopan santun, atau sekadar menemani mereka dalam kegiatan.
4. Sedekah fasilitas
Memberikan ruang belajar, perangkat belajar, biaya transportasi, hingga listrik untuk mendukung pendidikan mereka.
Baca Juga: Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam
Setiap manfaat yang bertahan lama akan berubah menjadi pahala jariyah. Jika bantuan itu membuat seorang anak menempuh pendidikan yang kelak mengubah hidupnya, maka setiap ilmu yang ia amalkan akan kembali sebagai pahala untuk pemberinya.
IFA.id mencatat, inilah alasan para dermawan muslim menjadikan penyantunan anak yatim sebagai amalan berkelanjutan.
Kisah Kebaikan yang Bertumbuh dari Sedekah
Ada seorang pengusaha dari Surabaya yang diceritakan IFA.id dalam salah satu liputan. Ia memulai kebiasaan sedekah kepada anak yatim sejak usahanya masih kecil.
Awalnya hanya bisa mengundang tiga anak yatim dalam setiap peringatan Maulid. Ia memberi santunan kecil dan makan bersama.
Baca Juga: Salam Menghapus Permusuhan?
Namun kebiasaan itu dijaga. Setiap bulan jumlahnya bertambah, hingga kini ia menyantuni lebih dari empat puluh anak yatim secara rutin.
Menariknya, ia mengatakan bahwa keberkahan usahanya terasa bukan karena angka omzet yang terus naik, tetapi karena ia merasakan ketenangan batin yang sulit dijelaskan.