Pertama, berbicara dengan nada tenang. Kalimat-kalimat seperti “santai dulu”, “tenang, ada bantuan”, atau “semoga Allah mudahkan” sering lebih membantu daripada berbagai komentar penyulut panik.
Baca Juga: Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah
Kedua, tidak memberi penilaian. Ketika seseorang jatuh, kecelakaan, atau kehilangan harta, komentar seperti “sudah dibilang jangan cepat-cepat” atau “makanya hati-hati” justru menyakiti.
Ketiga, menjaga privasi. Menutup tubuh korban kecelakaan, mengamankan barangnya, dan menjauhkan kamera adalah bentuk adab yang sangat ditekankan ulama.
Dalam satu riwayat, Rasulullah SAW disebutkan selalu menutup aib orang lain. Bahkan ketika seseorang berbuat salah, beliau menegur tanpa menyebut nama. Ini menunjukkan bahwa kehormatan manusia harus dijaga, terutama saat mereka sedang lemah.
IFA.id – Doa yang Dianjurkan Saat Melihat Musibah
Islam menyediakan penawar ketakutan melalui doa. Saat seseorang melihat musibah, dianjurkan mengucapkan:
“Alhamdulillahil ladzi ‘afani mimma abtalaaka bihi wa faddhalani ‘ala katsirin mimman khalaqa tafdhila.”
Baca Juga: Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang menimpamu dan telah mengutamakanku atas banyak makhluk-Nya.”
Doa ini bukan menunjukkan kesombongan, melainkan ungkapan syukur sekaligus permohonan perlindungan kepada Allah. Para ulama menekankan: doa ini cukup dibaca dalam hati, tidak di hadapan korban. Agar tidak menyinggung dan agar niat tetap terjaga.
IFA.id – Mengembalikan Semua pada Allah, Namun Tetap Bergerak
Satu hal menarik dari ajaran Islam: tawakkal tidak berarti pasrah. Islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan usaha.
Ketika melihat musibah, seorang muslim dianjurkan:
• Bertawakkal
• Mendoakan korban
• Menolong sebatas kemampuan
• Memberikan dukungan moral
• Mengamankan situasi
• Menghormati keluarga korban