“Barang siapa melihat orang tertimpa musibah lalu berkata: ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang Dia timpakan kepadanya dan mengutamakan aku atas banyak makhluk-Nya’, maka ia akan dilindungi dari musibah tersebut.”
Hadis ini bukan sekadar mengajarkan doa, tetapi juga mengandung peringatan bahwa melihat musibah bukan berarti boleh mengolok-olok atau meremehkan.
Alih-alih menyudutkan korban, Islam menuntun agar seseorang bersyukur tanpa merendahkan, mendoakan tanpa merasa lebih suci.
Baca Juga: Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?
Ironisnya, di era digital, banyak yang menjadikan musibah sebagai konten. Video korban kecelakaan diunggah tanpa privasi. Suara tangis keluarga direkam seolah drama. Padahal itu melanggar adab dasar Islam: menjaga kehormatan sesama.
IFA.id mencatat, para ulama sepakat: merekam musibah tanpa izin korban adalah bentuk pelanggaran akhlak dan bisa menjadi kesalahan moral yang besar. Musibah bukan tontonan. Musibah adalah ujian yang harus didekati dengan empati.
IFA.id – Langkah Pertama Seorang Muslim: Jaga Diri, Jaga Tenang
Islam tidak meminta seseorang menjadi pahlawan instan. Langkah pertama saat melihat musibah adalah memastikan keselamatan diri sendiri. Bagaimana bisa menolong jika diri dalam bahaya?
Contohnya, ketika melihat kecelakaan lalu lintas, jangan langsung berlari menyeberang jalan tanpa memperhatikan kendaraan lain. Saat melihat api, jangan mendekat tanpa tahu sumbernya. Semua harus dimulai dengan ketenangan.
Baca Juga: Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah
Setelah keselamatan pribadi terjaga, barulah masuk pada langkah berikutnya: membantu sesuai kemampuan.
Tidak semua orang wajib melakukan hal yang sama. Ada yang mampu memberikan pertolongan pertama, ada yang hanya bisa menghubungi ambulans, ada yang bisa mengatur kerumunan agar tidak semakin kacau.
Islam menghargai setiap bentuk pertolongan. Kecil atau besar, tetap bernilai ibadah.
IFA.id – Menolong dengan Adab: Perlahan, Hormat, dan Tidak Menghakimi
Musibah adalah kondisi paling rapuh dalam hidup seseorang. Karena itu, adab menolong harus dijaga.