ibrah

Jangan Ikut Panik: Etika Menghadapi Musibah di Sekitar Kita

Rabu, 26 November 2025 | 12:21 WIB
Tetap tenang, saling menenangkan—di tengah musibah, adab kita menjadi cahaya bagi yang membutuhkan. (Foto/Ilustrasi)

“Barang siapa melihat orang tertimpa musibah lalu berkata: ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang Dia timpakan kepadanya dan mengutamakan aku atas banyak makhluk-Nya’, maka ia akan dilindungi dari musibah tersebut.”

Hadis ini bukan sekadar mengajarkan doa, tetapi juga mengandung peringatan bahwa melihat musibah bukan berarti boleh mengolok-olok atau meremehkan.

Alih-alih menyudutkan korban, Islam menuntun agar seseorang bersyukur tanpa merendahkan, mendoakan tanpa merasa lebih suci.

Baca Juga: Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Ironisnya, di era digital, banyak yang menjadikan musibah sebagai konten. Video korban kecelakaan diunggah tanpa privasi. Suara tangis keluarga direkam seolah drama. Padahal itu melanggar adab dasar Islam: menjaga kehormatan sesama.

IFA.id mencatat, para ulama sepakat: merekam musibah tanpa izin korban adalah bentuk pelanggaran akhlak dan bisa menjadi kesalahan moral yang besar. Musibah bukan tontonan. Musibah adalah ujian yang harus didekati dengan empati.

IFA.id – Langkah Pertama Seorang Muslim: Jaga Diri, Jaga Tenang

Islam tidak meminta seseorang menjadi pahlawan instan. Langkah pertama saat melihat musibah adalah memastikan keselamatan diri sendiri. Bagaimana bisa menolong jika diri dalam bahaya?

Contohnya, ketika melihat kecelakaan lalu lintas, jangan langsung berlari menyeberang jalan tanpa memperhatikan kendaraan lain. Saat melihat api, jangan mendekat tanpa tahu sumbernya. Semua harus dimulai dengan ketenangan.

Baca Juga: Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Setelah keselamatan pribadi terjaga, barulah masuk pada langkah berikutnya: membantu sesuai kemampuan.

Tidak semua orang wajib melakukan hal yang sama. Ada yang mampu memberikan pertolongan pertama, ada yang hanya bisa menghubungi ambulans, ada yang bisa mengatur kerumunan agar tidak semakin kacau.

Islam menghargai setiap bentuk pertolongan. Kecil atau besar, tetap bernilai ibadah.

IFA.id – Menolong dengan Adab: Perlahan, Hormat, dan Tidak Menghakimi

Musibah adalah kondisi paling rapuh dalam hidup seseorang. Karena itu, adab menolong harus dijaga.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB