Hikmah Kelima: Mengingatkan bahwa Dunia Hanya Sementara
Ada satu kenyataan yang sering ditekan dalam-dalam oleh manusia: bahwa dunia tidak selamanya. Musibah datang sebagai pengingat lembut.
Baca Juga: Penyakit Sosial yang Diabaikan Umat
Bukan untuk membuat seseorang takut, tetapi untuk menyadarkan bahwa hidup lain setelah dunia jauh lebih panjang. Dengan kesadaran ini, manusia akan lebih bijak dalam mengejar dunia. Lebih ikhlas ketika kehilangan. Lebih ringan memaafkan. Dan lebih tulus berbuat kebaikan.
Sikap Terbaik Ketika Melihat Orang Lain Tertimpa Musibah
IFA.id mencatat beberapa sikap yang diajarkan Islam:
Pertama, tidak boleh merendahkan atau merasa lebih baik daripada orang yang diuji. Sikap ini sangat ditekankan karena hati manusia mudah tergelincir.
Kedua, dianjurkan segera mendoakan agar musibah tersebut tidak menimpa diri dan diberikan keselamatan oleh Allah. Doa ini tidak hanya untuk perlindungan, tetapi juga bentuk kerendahan hati.
Ketiga, jika mampu, hadir dan membantu. Tidak harus besar, tetapi cukup untuk meringankan beban. Bahkan senyuman pun bisa membuat seseorang merasa tidak sendirian.
Baca Juga: Mengapa Julid Bisa Merusak Hati?
Doa Ketika Melihat Orang Lain Tertimpa Musibah
Rasulullah mengajarkan doa ini:
“Alhamdulillahil ladzi ‘afani mimma ibtalaaka bihi wa faddhalani ‘ala katsirin mimman khalaqa tafdhila.”
Artinya:
Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari apa yang menimpamu dan memberikan keutamaan kepadaku atas banyak makhluk yang Dia ciptakan.
Doa ini dibaca dalam hati, bukan di depan orang yang sedang terkena musibah, agar tidak menyakiti perasaannya.