ibrah

Bagaimana Islam Memandang Kebebasan Berhijab di Tengah Dunia Modern?

Selasa, 25 November 2025 | 12:26 WIB
Hijab adalah pilihan penuh kesadaran—simbol iman yang tetap indah di tengah hiruk-pikuk dunia modern. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Ada satu momen kecil yang sering diceritakan banyak muslimah kepada IFA.id, momen ketika seseorang berkata,

“Kenapa memakai hijab? Bukankah itu membatasi?” Pertanyaan seperti ini tidak asing di ruang publik, apalagi di era ketika kebebasan pribadi dianggap sebagai nilai tertinggi.

Hijab hadir sebagai fenomena yang tidak hanya bersifat religius, tetapi juga sosial, politik, bahkan budaya. Ia menyentuh identitas, keyakinan, hingga penampilan sehari-hari. Di banyak negara, hijab bisa dimaknai sebagai bentuk ketaatan.

Di negara lain, ia justru menjadi simbol perlawanan atas standar kecantikan. Ada pula tempat yang memandangnya sebagai isu kebebasan sipil.

Baca Juga: Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

IFA.id mencoba mengurai satu hal sederhana yang sering terlupakan: bagaimana sebenarnya Islam memandang kebebasan berhijab di tengah dunia yang bergerak sangat cepat?

Hukum Hijab dalam Islam: Dasar yang Menjadi Pondasi Kebebasan

Kata kunci “hijab” hadir dalam Al-Quran dan disertai penjelasan jelas dalam Surah An-Nur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59. Para ulama sejak generasi awal sepakat bahwa menutup aurat, termasuk berhijab bagi muslimah, merupakan perintah agama.

Namun yang menarik, perintah dalam Islam selalu ditempatkan dalam kerangka keikhlasan dan pilihan sadar. Ketaatan tidak lahir dari tekanan sosial atau ketakutan pada manusia, tetapi dari pemahaman yang jernih tentang makna ibadah.

Di titik inilah konsep kebebasan dalam Islam bertolak: memilih taat bukan karena dipaksa, tetapi karena mengerti.

Baca Juga: Hijab Bukan Sekadar Kain: Dimensi Spiritual yang Jarang Dibahas

IFA.id mencatat bahwa di banyak kajian fikih modern, konteks ini kembali ditekankan. Ulama kontemporer seperti Syekh Yusuf Al-Qaradawi hingga para cendekiawan Timur Tengah menjelaskan bahwa hijab merupakan kewajiban, tetapi proses seseorang menuju hijab harus tetap menghormati akal, hati, dan kesiapan pribadi.

Ketika Dunia Modern Menantang Identitas

Dalam masyarakat modern, hijab sering berhadapan dengan tiga hal: standar kecantikan, arus globalisasi, dan wacana liberalisme.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB