IFA.id - Pernahkah terasa bahwa awal pekan berjalan cepat, lalu tiba-tiba sudah Selasa — hari yang sering terasa datar, di tengah rutinitas yang padat?
Namun bagi sebagian orang beriman, Selasa bukan sekadar jeda antara Senin dan Rabu. Ia adalah momen spiritual tersembunyi yang bisa diisi dengan doa-doa ringan, amalan kecil, dan niat besar untuk menenangkan hati.
IFA.id mencatat, dalam tradisi Islam, setiap hari memiliki nuansa dan keutamaannya masing-masing. Dan Selasa, hari ketiga dalam pekan, adalah waktu yang penuh energi dan peluang.
Rasulullah SAW menyebut bahwa pada hari ini Allah menciptakan hal-hal yang berkaitan dengan rezeki dan kekuatan tanda bahwa Selasa sejatinya adalah hari untuk bergerak dengan doa dan ikhtiar.
Baca Juga: Terima Kasih sebagai Cermin Syukur: Jalan Kecil Menuju Ridha Allah
Makna Spiritual Hari Selasa dalam Islam
Dalam literatur klasik Islam, seperti yang dijelaskan dalam Kitab Al-Mawaa’izh, beberapa ulama mengaitkan hari Selasa dengan kekuatan dan semangat perjuangan. Hari ini disebut sebagai yaumul jihad an-nafs hari untuk berjuang melawan diri sendiri.
Artinya, Selasa adalah waktu ideal untuk mengoreksi niat, memperbarui semangat, dan membersihkan hati dari rasa malas yang tersisa dari awal pekan.
Imam Al-Ghazali bahkan menulis dalam Ihya’ Ulumuddin, “Barang siapa ingin mengubah kebiasaannya, maka mulailah pada hari yang tenang di tengah pekan, karena di situ hati sedang mencari keseimbangan.” Dan Selasa adalah hari yang dimaksud.
IFA.id melihat pesan ini relevan untuk masa kini: ketika rutinitas kerja sering terasa monoton, Selasa bisa menjadi checkpoint spiritual saat berhenti sejenak untuk mengingat Allah dan memperbaiki arah hidup.
Baca Juga: Terima Kasih Tak Sekadar Formalitas: Islam Ajarkan Syukur yang Hidup
Doa Harian Hari Selasa
Beberapa ulama salaf menuliskan doa khusus yang dianjurkan dibaca di hari Selasa. Doa ini bukan berasal langsung dari hadits sahih, namun menjadi amalan hasanah yang bersifat motivasional — pengingat agar setiap hari diisi dengan niat baik dan dzikir lembut.
“Allahumma a’fini fid-dini wad-dunya wal-akhirah, waqini min fitnati yaumits-tsulatsa.”
Ya Allah, berilah aku keselamatan dalam agama, dunia, dan akhirat, serta lindungilah aku dari fitnah pada hari Selasa.