IFA.id - Pernahkah terlihat seekor kucing kecil mendekat saat seseorang makan di warung? Ia tak bersuara, hanya menatap dengan mata penuh harap.
Banyak orang memilih mengusirnya, sebagian lagi membiarkan, dan segelintir saja yang menaruh sejumput nasi di piring plastik untuknya. Tapi siapa sangka, tindakan kecil seperti itu bisa membuka pintu rezeki besar di sisi Allah?
IFA.id mencatat, sedekah tidak selalu dalam bentuk uang, emas, atau sumbangan besar ke lembaga sosial.
Ada bentuk sedekah yang jauh lebih sederhana tapi sering diabaikan: memberi makan hewan, terutama kucing. Rasulullah ﷺ sendiri dikenal sangat menyayangi kucing. Dalam beberapa riwayat, beliau bahkan membiarkan kucing tidur di lengan jubahnya tanpa mengusirnya.
Baca Juga: Kucing Jalanan di Sekitar Masjid: Tanda Ujian atau Peluang Pahala?
Kucing dan Cermin Kasih Sayang
Kucing adalah makhluk yang lembut dan peka. Mereka mendekat bukan karena rakus, tapi karena lapar. Dalam pandangan Islam, memberi makan makhluk hidup yang lapar termasuk sedekah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap tulang yang diletakkan di jalan untuk memberi makan binatang adalah sedekah.”
(HR. Muslim)
Maknanya luas bahkan sisa makanan yang sengaja diletakkan agar bisa dimakan hewan termasuk sedekah.
Jadi, ketika seseorang menyisihkan sedikit nasi dan ikan untuk kucing, ia tidak sedang memberi makan sekadar binatang, melainkan sedang berbuat kebaikan yang Allah catat sebagai amal.
Baca Juga: Psikologi di Balik Sedekah ke Hewan: Mengapa Hati Jadi Lebih Tenang?
IFA.id menelusuri fenomena ini di beberapa komunitas pecinta kucing jalanan di Indonesia. Mereka tidak semuanya orang kaya. Ada yang bekerja sebagai penjual gorengan, pedagang kaki lima, hingga tukang ojek.
Namun setiap sore, mereka menyisihkan sedikit nasi dari dagangan yang tak laku untuk kucing di sekitar tempat mereka bekerja. Menariknya, banyak di antara mereka yang mengaku rezekinya justru makin lancar setelah itu.