Syukur yang sejati menjadikan hidup bukan sekadar tentang memiliki, tapi tentang memberi. Karena dalam memberi, kita kembali merasakan cinta Sang Pemberi.
Syukur adalah Pulang
Setiap kali hati mulai resah, cobalah berhenti sejenak dan lihat sekeliling. Ada banyak hal kecil yang menegaskan bahwa Allah masih mencintaimu udara yang kau hirup, orang-orang yang mencintaimu, kemampuanmu untuk tersenyum, bahkan kesempatan untuk membaca ayat-Nya hari ini.
Syukur adalah cara Allah memanggil kita pulang tanpa suara. Ia menuntun jiwa yang tersesat, menenangkan hati yang gelisah, dan membuka mata yang buta oleh dunia.
Dan ketika kita akhirnya menyadari bahwa semua yang kita cari ternyata telah Allah beri sejak awal, maka saat itulah kita benar-benar pulang bukan ke tempat, tapi ke keadaan hati yang tenang bersama-Nya.
Baca Juga: Ketika Hati Lelah, Syukur Menjadi Obatnya
Doa Penutup
“Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang pandai bersyukur atas nikmat-Mu yang tampak maupun yang tersembunyi.
Bimbinglah hati kami agar tidak lalai, lidah kami agar senantiasa memuji, dan perbuatan kami agar selalu menjadi ibadah.
Ketika kami lupa, ingatkanlah. Ketika kami jauh, dekatkanlah.
Karena hanya dengan bersyukur kami tahu jalan pulang menuju-Mu.”
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.