IFA.id - Ada banyak hal dalam hidup yang kita anggap biasa. Hembusan napas, langkah yang ringan, mata yang masih bisa menatap langit biru, hingga hati yang masih bisa merasakan rindu kepada Allah.
Semua itu sering kita lewatkan tanpa jeda syukur. Kita terlalu sibuk menunggu “nikmat besar”, padahal di sekitar kita, nikmat kecil sedang berbisik lembut, meminta disadari.
Syukur tidak selalu datang dalam bentuk kata “Alhamdulillah” yang diucap keras. Kadang, ia hadir dalam diam saat seseorang menatap pagi dengan rasa cukup, atau ketika hati mampu menerima takdir tanpa banyak bertanya.
Dalam Islam, syukur bukan hanya ucapan, tapi juga kesadaran. Kesadaran bahwa setiap hembus napas adalah bukti kasih Allah yang tak pernah kering.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Barang siapa tidak bersyukur atas yang sedikit, maka ia tidak akan mampu bersyukur atas yang banyak.” (HR. Ahmad)
Baca Juga: Ketika Ujian Datang, Masihkah Kita Mampu Bersyukur?
Hadis ini menegaskan bahwa syukur sejati tumbuh dari hati yang mampu melihat kebaikan kecil. Orang yang terbiasa mensyukuri hal sederhana akan mudah bahagia, karena matanya selalu tertuju pada cahaya, bukan pada kekurangan.
Nikmat yang Tak Terlihat
Jika kita menutup mata sejenak dan menarik napas dalam-dalam, kita akan merasakan udara yang lembut masuk ke paru-paru. Kita tak membayarnya, tak memesannya, tapi Allah memberikannya setiap detik tanpa lelah.
Begitu pula detak jantung yang bekerja tanpa perintah, otak yang berpikir tanpa istirahat, atau tubuh yang terus berfungsi tanpa kita sadari. Inilah nikmat-nikmat yang sering terlupakan nikmat yang tak terlihat, tapi nyata menjaga hidup kita.
Al-Qur’an mengingatkan: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. An-Nahl: 18)
Baca Juga: Doa Syukur Nabi Muhammad SAW: Sujud Panjang di Tengah Malam
Ayat ini bukan sekadar peringatan, tapi juga undangan untuk merenung. Bahwa sebagian besar nikmat Allah justru tersembunyi. Seperti akar yang tak terlihat tapi menegakkan pohon, nikmat tak terlihat adalah penopang kehidupan kita.
Syukur dalam Sunyi