IFA.id menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai ini dalam keluarga Muslim modern. Di tengah dunia yang serba cepat dan individualistik, aqiqah mengajarkan pelan-pelan tentang kebersyukuran dan kepedulian sosial. Bahwa hidup bukan hanya tentang “memiliki”, tapi juga “memberi”.
Baca Juga: Dari Hutang ke Tenang: Transformasi Hidup Setelah Berhijrah dari Riba
Aqiqah, Cermin Masyarakat Berkah
Pada akhirnya, aqiqah adalah cermin. Ia mencerminkan bagaimana masyarakat memaknai ibadah. Jika aqiqah hanya dipandang sebagai kewajiban, maka selesai sudah saat kambing disembelih.
Tapi bila dipahami sebagai momentum berbagi dan mempererat silaturahmi, maka ia akan melahirkan keberkahan yang luas.
IFA.id menegaskan, nilai sosial aqiqah tidak boleh tergerus zaman. Ia perlu terus dihidupkan baik lewat pertemuan sederhana di rumah, pembagian nasi kotak, maupun aksi sosial berbasis aqiqah yang lebih luas.
Karena di balik setiap potong daging yang dibagikan, ada doa yang naik ke langit: agar anak tumbuh menjadi pribadi bersyukur, dan masyarakat tumbuh menjadi lebih hangat.
Baca Juga: Riba Bukan Sekadar Uang: Ketika Nafsu dan Ketamakan Jadi Akar Segala Ketidakadilan