ibrah

Dari Ayat ke Praktik: Bagaimana Umat Muslim Menjalankan Prinsip Gender Setara

Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:47 WIB
Seorang muslimah membacakan ayat Al-Qur’an yang bersinar di langit senja, dihadiri laki-laki dan perempuan yang berdialog setara — simbol harmoni dan semangat umat dalam menerapkan prinsip keadilan gender dalam Islam. (Foto/Ilustrasi)

Contohnya, perempuan diperbolehkan bekerja dan berkontribusi di ruang publik selama menjaga etika Islam.

Laki-laki pun tidak diistimewakan semata karena jenis kelamin, melainkan karena tanggung jawab sosial yang mereka pikul. Keduanya saling melengkapi, bukan saling bersaing.

Suara Baru dari Generasi Muda Muslim

Generasi muda Muslim saat ini mulai berbicara lebih lantang tentang kesetaraan gender. Di TikTok, X (Twitter), dan YouTube, muncul konten edukatif dari kreator Muslim yang menjelaskan tafsir ayat-ayat kesetaraan dengan gaya ringan dan relatable.

Mereka menegaskan bahwa menuntut keadilan bukan bentuk perlawanan terhadap agama, melainkan upaya mengembalikan esensi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin rahmat bagi seluruh alam.

Baca Juga: Adab Menuju Masjid di Hari Jumat: Langkah Kecil yang Bernilai Besar di Sisi Allah

Salah satu konten populer datang dari akun Ngaji Kontekstual, yang membahas tafsir Al-Qur’an dari perspektif keadilan sosial. Di sana dijelaskan, ayat-ayat yang sering disalahpahami (seperti QS. An-Nisa:34 tentang kepemimpinan laki-laki) perlu dilihat dalam konteks sejarah, bukan dijadikan alat untuk menindas perempuan.

Ujian Nyata: Dari Pemikiran ke Kebijakan

Tantangan berikutnya adalah membawa nilai kesetaraan ini ke tingkat kebijakan. Beberapa negara Muslim telah mengambil langkah maju.

Di Maroko, reformasi hukum keluarga (Moudawana) tahun 2004 menegaskan hak perempuan dalam pernikahan, perceraian, dan warisan dengan basis tafsir maqasid syariah.

Di Indonesia, banyak ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang aktif mengarusutamakan gender dalam dakwah dan pendidikan.

Baca Juga: Belajar Tak Sekadar Cerdas: Ilmu yang Mendekatkan pada Sang Pencipta

IFA.id mencatat, gerakan kesetaraan yang berbasis nilai Islam ini lebih diterima masyarakat ketimbang gerakan yang berlabel “barat”, karena berpijak pada dalil dan budaya lokal. Inilah kekuatan Islam fleksibel, tapi punya prinsip moral yang jelas.

Menutup dengan Cermin

Jika kesetaraan adalah bagian dari rahmat Allah, maka memperjuangkannya adalah bagian dari ibadah. Dari ayat ke praktik, umat Muslim kini sedang bergerak menuju masa depan yang lebih adil bukan hanya untuk perempuan, tapi untuk seluruh manusia.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB