ibrah

Dari Hadis hingga Sains: Mengapa Kucing Disukai dalam Islam?

Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:13 WIB
Kasih sayang Nabi kepada kucing bukan sekadar kisah masa lalu, tapi teladan abadi tentang kelembutan dan rahmah dalam Islam. (Foto/Ilustrasi)

“Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dikurungnya sampai mati. Ia tidak memberinya makan dan tidak melepaskannya untuk mencari makan sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pesan moralnya jelas: memperlakukan hewan dengan zalim berarti menentang nilai kemanusiaan yang dijunjung Islam.

IFA.id menilai, kisah ini menjadi refleksi kuat bahwa keimanan seseorang juga tercermin dari caranya memperlakukan makhluk lemah. Kasih sayang bukan sekadar teori, tapi tindakan nyata bahkan pada makhluk yang tak bisa membalas kata-kata.

Baca Juga: Hukum Memelihara Kucing dalam Islam: Boleh atau Tidak?

Jejak Ilmiah: Mengapa Kucing Bersih dan Menenangkan?

Menariknya, apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW tentang kebersihan kucing kini dibuktikan oleh sains modern. Penelitian dari National Library of Medicine (2021) menunjukkan bahwa air liur kucing mengandung enzim antibakteri, sehingga membantu menjaga kebersihan bulunya sendiri.

Tak heran bila Islam menyebut kucing sebagai hewan yang tidak najis, asalkan tidak terkena hal-hal kotor.

Selain itu, ada alasan ilmiah mengapa mengelus kucing dapat menenangkan jiwa. Sebuah riset dari University of Minnesota menemukan bahwa pemilik kucing memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung hingga 30%dibanding mereka yang tidak memelihara hewan.

Getaran halus dari dengkuran kucing (disebut purr) memiliki frekuensi sekitar 25–150 Hz, frekuensi yang secara medis mampu menenangkan saraf dan mempercepat penyembuhan luka.

Baca Juga: Infaq: Cermin Keikhlasan dan Jalan Menuju Hati yang Tenang

IFA.id mencatat, inilah harmoni antara ajaran Islam dan penemuan ilmiah modern. Keduanya berjumpa pada satu titik: kucing membawa ketenangan, baik spiritual maupun biologis.

Kucing dan Ekologi Rumah Muslim

Dalam rumah tangga muslim, kucing sering menjadi simbol kebersihan dan ketenangan. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya menjaga kebersihan lingkungan.

Kucing, secara alami, juga memiliki kebiasaan tidak membuang kotoran sembarangan mereka menutupinya dengan pasir. Sifat ini secara ekologis mendukung konsep thaharah(kesucian) dalam Islam.

IFA.id menemukan, banyak keluarga muslim yang merasa rumahnya lebih hidup dan “hangat” dengan kehadiran kucing.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB