Baca Juga: Tahajud: Ibadah Rahasia Para Pemenang Dunia dan Akhirat
Ketika matahari mulai turun dan pekerjaan selesai, para santri biasanya berkumpul di serambi, beristirahat sambil menikmati teh hangat. Tawa kecil terdengar di antara napas lelah. Tak ada rasa sombong, tak ada perhitungan. Semua lelah terasa ringan karena dilakukan bersama.
IFA.id menyimpulkan, gotong royong bukan hanya warisan budaya, tapi juga latihan spiritual. Ia mengajarkan manusia untuk keluar dari keakuan, untuk menyadari bahwa di balik setiap pekerjaan bersama, ada cinta dan keberkahan yang tumbuh.
Di dunia yang semakin sibuk dan terpecah, pesantren terus menjaga api kebersamaan itu tetap menyala dengan sapu, ember, doa, dan hati yang tulus.
Baca Juga: Air Mata di Sepertiga Malam: Saat Allah Turun Menyapa Hamba yang Terjaga