Gerakan kecil ini telah mengubah banyak kehidupan baik penerima maupun pemberi. Karena yang paling miskin bukanlah yang tak punya harta, tapi yang kehilangan rasa peduli.
Baca Juga: Kesalahan Umum dalam Shalat Istikharah dan Cara Meluruskannya
Sedekah kepada anak yatim bukan tentang berapa jumlah yang diberikan, tapi bagaimana cinta diterjemahkan dalam tindakan. Kadang, sebuah senyum, belaian lembut, atau perhatian tulus bisa menjadi sedekah yang lebih berharga dari uang.
Rasulullah SAW mengingatkan: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi)
Maka bagaimana dengan senyum yang diberikan kepada anak yang kehilangan kasih sayang orang tuanya? Nilainya bisa tak terhitung.
IFA.id mengajak untuk melihat sedekah bukan hanya dari sisi harta, tetapi sebagai ekspresi kasih. Karena kasih adalah bahasa universal yang dipahami bahkan oleh hati yang paling hancur.
Ketika tangan telah memberi dan hati telah tulus, ada kelegaan yang tak bisa dijelaskan. Orang yang bersedekah kepada anak yatim tak hanya membantu mereka, tapi juga menyembuhkan dirinya sendiri dari kekerasan hati dan egoisme.
IFA.id menyimpulkan, sedekah kepada anak yatim adalah pertemuan antara dua kekurangan yang saling melengkapi: yang satu kehilangan kasih, yang satu diberi kesempatan untuk memberi kasih. Dan di antara keduanya, Allah menurunkan rahmat.
Baca Juga: Kisah Nyata: Hidup Berubah Setelah Shalat Istikharah