Baca Juga: Hikmah Rohani di Balik Kegelapan: Refleksi Saat Gerhana
Hadis ini menunjukkan betapa Rasulullah memadukan rasa takjub ilmiah dengan rasa tunduk spiritual. Gerhana bukan pertanda musibah, tapi panggilan untuk berzikir dan merenung.
Para ulama klasik seperti Imam Nawawi dan Ibn Hajar Al-Asqalani menafsirkan gerhana sebagai tanda perubahan besar di alam yang seharusnya mengingatkan manusia pada hari kiamat.
Sementara ulama modern seperti Syekh Yusuf Al-Qaradawi melihat gerhana sebagai bentuk tanda kebesaran Allah yang mengandung pelajaran ilmiah sekaligus spiritual.
Gerhana menjadi simbol keseimbangan antara nalar dan nurani. Bagi ilmuwan, ia adalah peristiwa astronomi yang menakjubkan. Bagi mukmin, ia adalah tanda kebesaran Allah yang menuntun hati untuk bersujud.
Baca Juga: Salat Kusuf: Cara Nabi ﷺ Merespons Gerhana Matahari
IFA.id mencatat, banyak ilmuwan Muslim klasik seperti Al-Battani dan Al-Biruni yang meneliti gerhana dengan semangat keimanan yang tinggi. Mereka tidak melihat perhitungan astronomi sebagai pengganti doa, melainkan sebagai cara untuk memahami keajaiban ciptaan Allah.
Bahkan di masa kini, observatorium modern seperti Observatorium Bosscha di Lembang atau Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (BRIN) sering mengadakan pengamatan gerhana matahari dengan pendekatan ilmiah sekaligus keagamaan.
Masyarakat diajak bukan hanya menyaksikan langit berubah warna, tapi juga mengingat kebesaran Sang Maha Kuasa.
Doa Saat Gerhana Matahari
Dalam Islam, saat terjadi gerhana disunnahkan untuk memperbanyak doa dan zikir. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:
Baca Juga: Gerhana Matahari: Tanda-Kuasa Allah, Bukan Kesialan
Doa Gerhana Matahari (Khusuf):
“Subhānallāhi walhamdulillāhi wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.”
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Doa ini diulang dengan penuh kekhusyukan, sambil melakukan shalat khusuf (shalat gerhana) dua rakaat dengan bacaan yang panjang. Rasulullah SAW memanjangkan berdiri dan sujudnya saat gerhana, seolah seluruh alam diajak bersujud bersama.