Dalam riwayat Aisyah RA, disebutkan bahwa shalat gerhana dilakukan dua rakaat, tetapi setiap rakaat memiliki dua kali rukuk dan dua kali qiyam (berdiri untuk membaca Al-Qur’an).
Bacaan Al-Qur’an dalam shalat ini biasanya panjang, menggambarkan perenungan mendalam terhadap kebesaran Allah.
Setelah shalat, Rasulullah SAW berkhutbah kepada para sahabat, menasihati mereka agar memperbanyak doa, istighfar, dan sedekah. Gerhana bukan waktu untuk takut, melainkan untuk introspeksi.
Baca Juga: Gerhana Matahari: Tanda-Kuasa Allah, Bukan Kesialan
Dalam konteks modern, ketika langit gelap karena bayangan bulan, hati manusia justru seharusnya semakin terang oleh dzikir.
Doa Saat Gerhana Matahari
Dalam berbagai kitab hadis, tidak disebutkan satu doa khusus yang harus dibaca ketika gerhana. Namun, ulama menyarankan memperbanyak doa-doa yang menunjukkan keagungan Allah dan permohonan ampun. Berikut contoh doa yang bisa dibaca saat terjadi gerhana:
Doa Gerhana Matahari
اللَّهُمَّ انْرَ لنا بِنورِ وجْهِكَ وهُدَيك، ولا تُطْفِئْ عنْا نورَ ايمانِنا، واغْفِرْ لنا وارْحَمْناِ يا ارْحَمَ الرَّاحِمِينَ_
Allahumma anir lana bi nuri wajhika wa hudaika, wa la tuthfi’ ‘anna nura imanana, waghfir lana warhamna ya arhamar rahimin.
Ya Allah, sinarilah kami dengan cahaya wajah dan petunjuk-Mu. Jangan padamkan cahaya iman kami. Ampunilah dan rahmatilah kami, wahai Zat Yang Maha Penyayang.
Baca Juga: Menolong di Jalan Sunyi: Kisah Para Dermawan Tak Dikenal di Tengah Dunia Modern
IFA.id menyarankan pembacaan doa ini dilakukan dengan hati yang lembut, penuh rasa takjub dan syukur. Bukan sekadar ritual, melainkan komunikasi batin antara hamba dan Sang Pencipta alam raya.
Selain doa, dzikir juga menjadi amalan utama saat gerhana. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak bacaan takbir, tasbih, dan istighfar. Beberapa kalimat dzikir yang bisa diamalkan antara lain:
-
Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.
-
Astaghfirullah wa atubu ilaih.