Bahkan Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebut riya sebagai “penyakit halus yang bisa merusak amal tanpa disadari.”
Ia menasihati, “Sembunyikan amalmu sebagaimana engkau menyembunyikan dosamu.”
Baca Juga: Doa Mustajab Seusai Sholat Saat Hati Dilanda Masalah
Kebaikan tersembunyi bukan berarti tanpa dampak.
IFA.id menemukan banyak contoh di lapangan tentang orang-orang yang membantu tanpa ingin dikenali:
-
Seorang pengusaha muda di Bogor yang rutin membayar tunggakan listrik warga sekitar tanpa menyebut namanya.
-
Komunitas “Sedekah Subuh Tanpa Jejak” di Bandung yang meletakkan paket sembako di depan rumah warga miskin setiap Jumat dini hari.
-
Seorang sopir truk di Surabaya yang setiap pekan menaruh air mineral di halte untuk pekerja jalanan.
Tidak ada nama di balik aksi mereka, tapi masyarakat merasakan dampaknya.
“Kadang yang paling berharga bukan siapa yang memberi, tapi rasa aman bahwa ternyata masih ada orang baik di dunia ini,” kata Rini Putri, relawan sosial yang ditemui IFA.id.
Menolong diam-diam juga punya efek psikologis mendalam.
Penelitian dari University of Exeter (2022) menunjukkan bahwa tindakan memberi tanpa diketahui siapa pun meningkatkan rasa bahagia dan mengurangi stres hingga 40%.
Alasannya sederhana: tidak ada beban sosial untuk “menjaga citra,” hanya perasaan ringan karena tahu telah melakukan sesuatu yang benar.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Agar Hidup Terhindar dari Kesulitan
Dalam Islam, hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:
“Tangan kiri tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Maknanya, menolong sebaiknya dilakukan tanpa niat diketahui orang lain — bahkan diri sendiri seakan melupakan amalnya agar tak menumbuhkan rasa sombong.
Ulama sering mengatakan, “Allah mencintai amal kecil yang tersembunyi lebih dari amal besar yang diumbar.”
Sebab, amal yang tersembunyi menunjukkan hubungan pribadi antara hamba dan Tuhannya.
Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:
“Aku mencintai hamba-Ku yang menyembunyikan amal salehnya sebagaimana ia menyembunyikan dosanya.”