Baca Juga: Asal Usul dan Penjelasan Meteor dalam Al-Qur’an dan Hadis
Islam tidak menetapkan doa khusus saat melihat meteor, tapi umat dianjurkan berzikir dan mengingat kebesaran Allah. Berikut doa reflektif yang bisa diamalkan:
اللهم لا علم لنا إلا ما علمتنا إنك أنت العليم الحكيم
“Allahumma la ‘ilma lana illa ma ‘allamtana, innaka antal ‘alimul hakim.”
Artinya: “Ya Allah, tiada ilmu bagi kami kecuali yang Engkau ajarkan. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
IFA.id menekankan bahwa doa ini adalah bentuk pengakuan rendah hati manusia di hadapan ilmu Allah yang tak terbatas. Karena sesungguhnya, meteor hanyalah satu dari jutaan tanda kebesaran-Nya di langit.
Baca Juga: Tahajud: Ibadah Rahasia yang Menentukan Nasib Akhirat
Islam mengajarkan keseimbangan antara pengetahuan dan penghayatan. Fenomena alam bukan untuk ditakuti atau didewakan, tapi direnungi. Meteor jatuh bukan isyarat malapetaka, tapi simbol kebesaran yang meneguhkan tauhid.
Setiap kali langit menyalakan cahaya di malam pekat, itu bukan kabar buruk melainkan undangan untuk mengingat siapa Penguasa seluruh semesta.
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 190:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”
Maka, ketika meteor jatuh lagi malam ini, jangan takut. Jangan juga berharap magis. Pandanglah dengan takjub, dan ucapkan dalam hati: “Subhanallah, betapa agung ciptaan-Mu.”
Baca Juga: Ketika Tahajud Menyembuhkan Luka Batin