ibrah

Mitos vs Fakta: Memisahkan Kepercayaan Rakyat dan Ajaran Islam tentang Meteor

Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:35 WIB
Cahaya meteor bukan tanda malapetaka, tapi pengingat dari langit bahwa kebesaran Allah selalu lebih tinggi dari segala prasangka manusia (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Langit malam mendadak terang. Sebuah cahaya melesat cepat, membelah kegelapan, lalu hilang dalam sekejap. Sebagian orang menyebutnya bintang jatuh, sebagian lain berbisik, “Ada yang berpulang malam ini.”

Fenomena sederhana bernama meteor ini, sejak dulu, selalu memancing rasa takjub sekaligus takut. Tapi bagaimana Islam sebenarnya memandangnya?

IFA.id mencatat, antara mitos rakyat dan penjelasan wahyu, ada jarak yang perlu dijembatani dengan pemahaman yang jernih.

Sejak masa pra-Islam, masyarakat Arab sudah mengenal bintang-bintang yang tampak jatuh. Mereka menganggapnya sebagai pertanda dewa marah atau roh berpindah tempat.

Baca Juga: Bagaimana Meteor Membantu Memperkuat Keimanan: Kisah dan Refleksi

Ketika Islam datang, Al-Qur’an menegaskan ulang peran fenomena langit bukan tanda kesialan, tapi bukti kekuasaan Allah.

Dalam Surah Al-Mulk ayat 5, Allah berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu untuk melempari setan-setan...”

Ayat ini menjadi dasar tafsir klasik bahwa meteor adalah lemparan bagi setan yang mencuri dengar berita langit. Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa fenomena cahaya cepat di langit bukan keajaiban mistis, tapi peristiwa nyata yang dikaitkan dengan penjagaan wahyu.

Dengan bahasa modern, kita menyebutnya “meteor” batu langit yang terbakar saat menembus atmosfer. Namun bagi orang beriman, setiap kilatan cahaya di langit adalah pengingat bahwa langit tidak pernah diam tanpa izin Tuhan.

Baca Juga: Sikap Seorang Muslim ketika Menyaksikan Meteor Jatuh

Sayangnya, mitos tentang meteor tidak berhenti di masa lampau. Di beberapa daerah Nusantara, masih banyak yang mengaitkan meteor dengan pertanda duka atau kematian.

“Kalau ada bintang jatuh, berarti ada malaikat turun,” ujar sebagian orang tua. Ada pula yang percaya, bila sempat mengucap doa saat melihat meteor, doa itu langsung dikabulkan.

IFA.id mencatat, kepercayaan seperti itu memang romantis, tapi tidak berdasar pada sumber syar’i. Tidak ada satu pun hadis sahih yang menyebutkan bahwa doa saat melihat meteor otomatis terkabul.

Islam tidak menolak rasa kagum terhadap langit, tapi menolak keyakinan yang mencampuradukkan keindahan alam dengan takhayul.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB