Cobalah untuk lebih fokus pada apa yang bisa dikendalikan saat ini dan serahkan sisanya kepada Allah.
6. Menghindari Dosa dan Perbuatan Maksiat
Hati yang sering merasa galau bisa jadi karena terlalu banyak dosa yang belum bertaubat. Perbuatan maksiat dapat mengotori hati dan membuat seseorang merasa gelisah tanpa sebab yang jelas.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya perbuatan buruk yang mereka lakukan telah menutupi hati mereka." (QS. Al-Muthaffifin: 14)
Perbanyak istighfar dan bertaubat agar hati menjadi lebih bersih dan tenang.
7. Mengisi Waktu dengan Hal Bermanfaat
Galau sering muncul ketika seseorang memiliki terlalu banyak waktu luang tanpa aktivitas yang bermakna. Oleh karena itu, isilah waktu dengan kegiatan positif seperti:
-
Membaca Al-Qur’an atau buku islami
-
Berdakwah dan berbagi ilmu
-
Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik
-
Bersedekah dan membantu sesama
Dengan sibuk melakukan hal baik, kita akan lebih fokus pada hal-hal yang bermanfaat daripada larut dalam kegalauan.
8. Bergaul dengan Orang-orang yang Positif
Lingkungan dan pergaulan sangat mempengaruhi kondisi hati kita. Jika kita sering bersama orang-orang yang pesimis dan negatif, kita pun akan mudah merasa galau. Sebaliknya, bergaul dengan orang-orang yang positif dan beriman akan membuat hati lebih tenang.
Rasulullah SAW bersabda:
"Seseorang akan mengikuti agama sahabatnya, maka hendaklah kalian memperhatikan dengan siapa kalian berteman." (HR. Abu Dawud)
Pilihlah teman yang bisa mengingatkan kita kepada Allah dan memberikan energi positif dalam hidup.