Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya di antara kalian ada orang yang ucapannya lebih tajam daripada pedang."
(HR. Abu Dawud)
Oleh karena itu, sebelum berbicara, sebaiknya kita berpikir terlebih dahulu. Apakah kata-kata kita akan membawa manfaat atau justru menyakiti orang lain?
5. Menghindari Kebiasaan Berbicara Berlebihan dan Sia-Sia
Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal, termasuk dalam berbicara. Terlalu banyak berbicara tanpa manfaat bisa membuat seseorang lebih mudah tergelincir dalam kesalahan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya."
(HR. Tirmidzi)
Lebih baik diam daripada berbicara hal yang tidak bermanfaat. Hal ini juga dapat menjaga kita dari dosa akibat perkataan yang tidak perlu.
6. Lisan yang Terjaga Membantu Seseorang Masuk Surga
Menjaga lisan bukan hanya soal etika, tetapi juga menentukan nasib seseorang di akhirat. Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amalan yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga. Beliau menjawab:
"Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik."
(HR. Tirmidzi)
Akhlak yang baik termasuk dalam cara seseorang berbicara. Ucapan yang lembut, jujur, dan tidak menyakiti adalah ciri utama orang yang bertakwa.
Baca Juga: Hindari Stres & Drama Saat Mudik! Tips Jitu agar Perjalanan Lebih Nyaman dan Bebas Ribet
7. Cara Menjaga Lisan dalam Kehidupan Sehari-hari
Untuk menjaga lisan, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan:
-
Berpikir sebelum berbicara, apakah perkataan kita akan membawa manfaat atau justru menyakiti orang lain.
-
Menghindari ghibah, fitnah, dan perkataan kasar yang bisa menimbulkan dosa dan permusuhan.
-
Banyak berdzikir dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat agar tidak mudah terjebak dalam percakapan yang sia-sia.
-
Menggunakan kata-kata yang baik dan berbicara dengan sopan kepada siapa pun.
-
Menghindari berdebat yang tidak perlu, terutama dalam hal yang bisa memicu perselisihan.
Menjaga lisan adalah bagian penting dalam ajaran Islam. Perkataan yang tidak dijaga bisa menimbulkan dosa, merusak hubungan sosial, dan bahkan menjerumuskan seseorang ke dalam kebinasaan.