“Barang siapa yang tidak menyayangi manusia, maka dia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan mendengarkan dengan empati, kita bisa membantu orang lain merasa didengar dan dihargai.
Baca Juga: Tips Menjaga Keharmonisan Keluarga dengan Saling Memahami dan Memaafkan
Menghindari Ghibah dan Pembicaraan yang Tidak Bermanfaat
Dalam mendengarkan, seorang Muslim juga harus selektif. Tidak semua pembicaraan perlu didengarkan, terutama jika mengandung ghibah (menggunjing) atau hal-hal yang tidak bermanfaat. Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra’: 36)
Ayat ini mengingatkan bahwa kita harus menjaga pendengaran dari hal-hal yang tidak baik dan hanya fokus pada pembicaraan yang membawa manfaat.
Menjadi pendengar yang baik adalah bagian dari ajaran Islam yang mencerminkan adab dan akhlak mulia.
Dengan mendengarkan dengan hati dan pikiran, tidak memotong pembicaraan, serta menunjukkan empati, kita dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
Rasulullah SAW telah memberikan contoh terbaik dalam hal mendengarkan, sehingga kita sebagai umatnya perlu meneladani sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, komunikasi yang sehat dan penuh makna dapat terjalin, serta membawa keberkahan dalam kehidupan sosial.