Laa hawla wa laa quwwata illa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)
Membaca istighfar untuk memohon ampunan dan ketenangan hati
Selain dzikir, berdoa juga menjadi solusi dalam menghadapi pikiran yang berlebihan. Salah satu doa yang dianjurkan adalah:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa cemas dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil.” (HR. Bukhari)
Dengan berdoa, kita menyerahkan semua kekhawatiran kepada Allah dan memohon ketenangan dalam menghadapi segala permasalahan hidup.
Berprasangka Baik kepada Allah (Husnudzan)
Overthinking sering muncul karena terlalu khawatir terhadap masa depan dan ketakutan akan hal-hal yang belum terjadi. Islam mengajarkan untuk selalu berprasangka baik kepada Allah. Dalam sebuah hadis qudsi, Allah berfirman:
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” (HR. Bukhari & Muslim)
Dengan berprasangka baik, seseorang akan lebih tenang dalam menghadapi hidup dan yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik.
Fokus pada Masa Kini dan Hindari Kekhawatiran Berlebihan
Islam mengajarkan umatnya untuk tidak terlalu larut dalam kekhawatiran masa depan dan penyesalan masa lalu. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika engkau berada di pagi hari, jangan menunggu sore, dan jika engkau berada di sore hari, jangan menunggu pagi.” (HR. Bukhari)
Hadis ini mengajarkan agar kita fokus pada apa yang bisa dilakukan saat ini tanpa terbebani oleh hal-hal yang belum tentu terjadi. Dengan demikian, kita bisa lebih produktif dan tidak terlalu tenggelam dalam pikiran yang melelahkan.
Meningkatkan Kualitas Ibadah
Shalat dan ibadah lainnya memiliki peran besar dalam menenangkan pikiran dan hati. Shalat yang dilakukan dengan khusyuk dapat mengurangi stres dan memberikan ketenangan jiwa. Allah berfirman: