Tawakal, atau berserah diri sepenuhnya kepada Allah, adalah langkah berikutnya setelah kita berusaha semaksimal mungkin.
Islam mengajarkan bahwa setelah berusaha, kita harus yakin bahwa hasil yang terjadi adalah yang terbaik dari Allah.
Dengan tawakal, kita melepaskan beban mental yang muncul akibat kekhawatiran dan kecemasan tentang masa depan.
3. Membaca Al-Qur'an dan Berzikir
Al-Qur’an adalah sumber petunjuk hidup bagi umat Islam. Membaca Al-Qur'an bukan hanya untuk mencari ilmu, tetapi juga untuk menenangkan hati.
Di dalamnya terdapat banyak ayat yang dapat memberikan ketenangan dan mengingatkan kita tentang kekuasaan dan kasih sayang Allah SWT.
Salah satu surah yang sangat dianjurkan untuk dibaca ketika merasa cemas atau stres adalah Surah Al-Inshirah (Surah 94), yang mengandung pesan tentang bagaimana Allah memberikan kelapangan setelah kesulitan.
Selain itu, berzikir (mengucapkan nama-nama Allah) adalah cara yang sangat efektif untuk menenangkan hati dan mengurangi stres.
Zikir yang rutin seperti "La ilaha illallah" atau "Subhanallah" membantu kita untuk selalu mengingat Allah dan menjaga kedamaian dalam jiwa.
4. Shalat sebagai Sarana Menenangkan Jiwa
Shalat adalah ibadah utama yang dilakukan oleh umat Islam, dan ia juga memiliki manfaat yang besar dalam mengatasi stres.
Melalui shalat, kita diberi kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas duniawi, fokus sepenuhnya kepada Allah, dan memohon pertolongan-Nya.
Proses rukuk dan sujud dalam shalat dapat membantu menurunkan ketegangan fisik dan mental.
Dalam shalat, kita juga berdoa dan memohon ampunan kepada Allah, serta meminta petunjuk-Nya dalam mengatasi masalah.