IFA.id -- Halimah Yacob, seorang perempuan Muslim berdarah Melayu, mencatat sejarah sebagai presiden perempuan pertama Singapura.
Perjalanan hidupnya yang penuh tantangan dan dedikasi terhadap hak-hak perempuan menjadikannya sosok yang dihormati di kancah politik negeri singa tersebut.
Lahir dari keluarga sederhana, Halimah menghabiskan masa kecilnya dengan membantu orang tuanya mengelola warung keluarga.
Pengalaman ini membentuk karakter dan semangat juangnya dalam menghadapi berbagai rintangan.
Baca Juga: Kebiasaan berbuat Baik Setelah Ramadhan di tahun ini
Meskipun harus menghadapi berbagai kesulitan, Halimah berhasil meraih gelar sarjana hukum, yang kemudian menjadi landasan bagi kiprahnya dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.
Karier politik Halimah dimulai pada tahun 2001 ketika ia terpilih sebagai anggota parlemen perempuan Melayu pertama di Singapura.
Sejak saat itu, ia konsisten menyuarakan isu-isu penting seperti kesetaraan gender, kesempatan kerja yang adil, dan akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau.
Komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan dan kelompok minoritas menjadikannya panutan bagi banyak orang.
Baca Juga: Kisah Raja Najasyi: Keadilannya Menyelamatkan Muslimin dari Penganiayaan Quraisy
Pada tahun 2017, Halimah mencatat sejarah dengan menjadi presiden perempuan pertama Singapura sekaligus presiden Melayu pertama dalam 47 tahun terakhir.
Pelantikannya menandai era baru dalam politik Singapura, di mana keberagaman dan inklusivitas semakin diutamakan.
Sebagai presiden, ia terus mendorong dialog antarbudaya dan mempromosikan harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural Singapura.
Selama masa jabatannya, Halimah juga dikenal sebagai advokat bagi kesetaraan gender.