IFA.id -- Kisah Nabi Nuh adalah salah satu kisah penting dalam Islam yang mengandung banyak pelajaran berharga.
Nabi Nuh adalah seorang rasul yang diutus Allah untuk menyeru kaumnya agar kembali kepada tauhid dan meninggalkan penyembahan berhala.
Namun, dakwahnya mendapat banyak penolakan hingga akhirnya Allah menurunkan azab berupa banjir besar yang mengubah sejarah umat manusia.
Kisah ini bukan hanya tentang hukuman, tetapi juga tentang kesabaran, keteguhan iman, dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang beriman.
Baca Juga: Bagaimana Islam Masuk ke Indonesia?
Nabi Nuh dan Dakwah kepada Kaumnya
Nabi Nuh diutus kepada kaumnya yang telah jauh dari ajaran tauhid. Mereka menyembah berhala dan hidup dalam kesesatan. Dengan penuh kesabaran, Nabi Nuh menyeru mereka untuk kembali kepada Allah, tetapi hanya sedikit yang mau beriman. Dakwahnya berlangsung selama ratusan tahun, namun mayoritas kaumnya tetap membangkang.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: 'Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab pada hari yang besar.'" (QS. Al-A’raf: 59)
Nabi Nuh menggunakan berbagai cara dalam berdakwah, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Namun, para pemuka kaum yang sombong menolak ajarannya dan bahkan mengejek serta mengancamnya.
Baca Juga: Apa Saja Mukjizat Nabi Musa?
Perintah Membangun Bahtera
Setelah bertahun-tahun berdakwah tanpa hasil, Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh bahwa kaumnya tidak akan lagi beriman. Allah kemudian memerintahkan Nabi Nuh untuk membangun sebuah bahtera besar sebagai persiapan menghadapi azab yang akan datang.
Allah berfirman: "Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau berbicara dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." (QS. Hud: 37)
Meskipun terus diejek oleh kaumnya, Nabi Nuh tetap menjalankan perintah Allah dengan penuh ketaatan. Bahtera yang ia bangun menjadi simbol keimanan dan ketaatan kepada Allah.
Baca Juga: Muhammad Iqbal: Sang Filsuf dan Penyair yang Mencetuskan Ide Pakistan
Banjir Besar dan Keselamatan Orang-Orang Beriman
Setelah bahtera selesai, Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk mengumpulkan orang-orang yang beriman serta sepasang dari setiap jenis hewan ke dalam bahtera.
Ketika waktunya tiba, hujan lebat turun tanpa henti, dan bumi memuntahkan air dari segala penjuru. Air naik dengan cepat, menenggelamkan seluruh negeri dan semua yang mendustakan Nabi Nuh.