IFA.id -- Nabi Musa AS adalah salah satu nabi yang diberi banyak mukjizat oleh Allah SWT untuk menghadapi Firaun dan kaumnya.
Mukjizat-mukjizat ini bukan hanya menjadi tanda kebesaran Allah, tetapi juga sebagai bukti kenabian Musa AS di hadapan Bani Israil.
Dalam Al-Qur'an dan hadis, disebutkan berbagai mukjizat yang dianugerahkan kepada Nabi Musa AS.
Baca Juga: Sa’ad bin Abi Waqqas: Sahabat Nabi yang Membuka Jejak Islam di Tiongkok
1. Tongkat yang Berubah Menjadi Ular
Salah satu mukjizat pertama yang diberikan kepada Nabi Musa AS adalah kemampuan tongkatnya untuk berubah menjadi ular.
Mukjizat ini terjadi ketika Musa AS diperintahkan oleh Allah untuk melemparkan tongkatnya, yang kemudian berubah menjadi ular besar yang menakutkan.
Allah SWT berfirman: "Dan lemparkanlah tongkatmu!" Maka ketika (tongkat itu berubah menjadi) seekor ular yang bergerak cepat, ia pun lari berbalik ke belakang tanpa menoleh.
(Lalu Allah berfirman), "Wahai Musa! Jangan takut. Sesungguhnya di sisi-Ku para rasul tidak perlu takut." (QS. An-Naml: 10)
Mukjizat ini semakin nyata ketika Nabi Musa AS menghadapi para penyihir Firaun. Ketika para penyihir melemparkan tali dan tongkat mereka hingga tampak seperti ular yang bergerak, Nabi Musa AS melemparkan tongkatnya,
yang kemudian berubah menjadi ular besar dan menelan semua ular ilusi mereka. Hal ini membuat para penyihir Firaun takjub dan akhirnya bersujud mengakui keesaan Allah.
Baca Juga: Ali bin Abi Thalib: Panglima Perang Tangguh dan Khalifah Keempat yang Penuh Hikmah
2. Tangan yang Bersinar
Mukjizat lain yang diberikan kepada Nabi Musa AS adalah tangannya yang bisa bersinar terang setelah dimasukkan ke dalam bajunya.
Ketika Nabi Musa AS mengeluarkan tangannya, cahaya putih yang terang muncul, bukan karena penyakit atau cacat, melainkan sebagai tanda kebesaran Allah SWT.
Allah berfirman: "Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar putih bercahaya tanpa cacat sebagai salah satu dari sembilan tanda (kebesaran Allah) bagi Firaun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik." (QS. An-Naml: 12)
Mukjizat ini diberikan sebagai bukti kenabian Nabi Musa AS agar Firaun dan kaumnya mau beriman kepada Allah, namun mereka tetap menolak kebenaran.