IFA.id – Nabi Sulaiman AS dikenal sebagai sosok yang memiliki kebijaksanaan luar biasa dan kemampuan untuk berinteraksi dengan makhluk hidup, termasuk hewan.
Di zaman Nabi Sulaiman, terdapat seorang laki-laki yang memiliki sebuah pohon besar di samping rumahnya. Di atas pohon tersebut, terdapat sarang burung merpati yang sedang bertelur.
Suatu hari, istrinya menyuruhnya untuk memanjat pohon dan mengambil anak-anak merpati untuk makanan keluarga mereka. Awalnya dia ragu, tetapi akhirnya dia menerima permintaan istrinya dan memanjat pohon.
Setelah melakukan hal itu, induk merpati merasa kehilangan dan terbang untuk mengadu kepada Nabi Sulaiman.
Dia memberi tahu Nabi Sulaiman tentang apa yang telah terjadi, dan Nabi Sulaiman menjadi marah karena hal itu.
Beliau kemudian memanggil laki-laki itu dan menasihatinya untuk bertobat serta tidak mengulangi perbuatannya.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Halusinasi dalam Islam: Panduan Spiritual dan Praktis
Setelah mendengar pengaduan dari merpati, Nabi Sulaiman mengundang laki-laki itu ke istananya.
Laki-laki itu berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama di hadapan beliau. Namun, godaan istrinya membuatnya melanggar janjinya lagi.
Ia terus diyakinkan oleh istrinya bahwa Nabi Sulaiman tidak akan peduli dengan burung merpati atau mereka karena dia sibuk dengan urusan kerajaannya.
Baca Juga: Tiga Kota di Indonesia yang Dikenal dengan Cuacanya yang Sangat Panas
Akhirnya, laki-laki tersebut tergoda dan kembali mendaki pohon untuk mengambil anak-anak merpati. Sang induk merpati kembali mengadu kepada Nabi Sulaiman tentang hal ini.
Merasa marah, Nabi Sulaiman memerintahkan dua jin untuk menjaga pohon itu dan melarang pria itu mengambil anak burung lagi.