Ia juga percaya bahwa harta yang melebihi kebutuhan adalah haram dan ia selalu membantu mereka yang miskin dan tertindas.
Sebagai sahabat Nabi, Abu Dzar tidak segan-segan mengkritik para penguasa yang menyimpang dari islam.
Ia menentang kebijakan Khalifah Utsman bin Affan, yang dia anggap tidak adil dan menyimpang dari egalitarianisme islam.
Baca Juga: Ramadhan akan segera datang. Siapkan rencana untuk buka puasa di lokasi Bukber Cozy di Bogor
Akibat kritiknya, ia diusir ke daerah terpencil seperti Syam dan Rabadzah. Di sana, ia tinggal dengan sederhana selama sisa hidupnya.
Pada tahun 656 Masehi, Abu Dzar al-Ghifari meninggal di Rabadzah. Meskipun dia hidup dalam kesederhanaan dan terpisah dari masyarakat, ajarannya masih relevan.
Ia dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan materialisme dalam islam.
Kesederhanaannya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk kembali kepada nilai-nilai dasar ajaran islam.
(Dinda Putri R)