IFA.id – Ruqaya Al-Ghasra adalah seorang atlet sprint asal Bahrain yang telah mencatatkan namanya sebagai contoh bagi perempuan muslim dalam olahraga, terutama di arena internasional.
Selain menjadi salah satu atlet wanita pertama dari Bahrain yang berpartisipasi di Olimpiade, Ruqaya membuka jalan bagi generasi atlet perempuan muslim lainnya.
Ruqaya memulai karier atletiknya pada usia muda. Dia dikenal sebagai pelari tercepat di sekolahnya, dan bakatnya segera menarik perhatian pelatih.
Baca Juga: Daftar Daerah di Indonesia yang Memiliki Suhu Dingin, Siapkan Baju Hangat
Setelah dibawa oleh gurunya ke Bahrain Athletics Association (BAA) pada tahun 2000, Ruqaya mulai berlatih secara serius meskipun pada saat itu negara tersebut tidak memiliki klub atletik untuk wanita.
Ruqaya mendapatkan dukungan dari keluarganya, terutama ayahnya, yang merupakan mantan pemain sepak bola, untuk mewujudkan mimpinya.
Namun, ada beberapa orang di desanya yang menolaknya, percaya bahwa wanita muslim tidak boleh berolahraga.
Baca Juga: Bagaimana Cara Terbaik Mengenali Anak dengan Al-Qur'an? Mari Ketahui Hal Berikut
Setelah berlatih keras, Ruqaya berhasil meraih medali emas dalam kategori 100m dan 200m di Kejuaraan Arab di Lebanon pada tahun 2003. Perjalanan panjangnya menuju panggung internasional dimulai dengan keberhasilannya ini.
Ruqaya menjadi wanita muslim pertama dari negara Arab yang mengikuti Olimpiade di Athena pada tahun 2004.
Pencapaian ini menjadi simbol penting bagi perempuan muslim di seluruh dunia, meskipun mereka gagal maju ke tahap berikutnya.
Baca Juga: Rekomendasi Daerah Kuliner di Jakarta, Surga Wisata Rasa yang Tak Pernah Habis
Dia menunjukkan bahwa etika agama dan atletik dapat bersatu, mengenakan hijab dan pakaian yang menutupi tubuhnya saat berlomba.
Di Asian Games 2006 di Doha, Ruqaya melanjutkan kesuksesannya dengan meraih medali perunggu dalam lomba 100m dan medali emas dalam lomba 200m.