IFA.id – Salah satu anak Nabi Adam dan Hawa adalah Qabil dan Habil, saudara kembar Iqlima dan Labuda.
Nabi Adam memutuskan untuk menikahkan mereka ketika mereka dewasa, tetapi Qabil iri karena Habil akan menikahi saudarinya yang lebih cantik, Iqlima.
Ketika Allah meminta kedua putra Adam untuk memberikan kurban sebagai bukti pengabdian mereka, kecemburuan ini meningkat.
Baca Juga: Industri Halal Global: Meningkatkan Daya Saing dengan Inovasi dan Standarisasi
Selama pengorbanan, Habil memberikan hewan ternak terbaiknya, sementara Qabil hanya memberikan hasil pertanian biasa.
Kurban Habil kemudian diterima oleh Allah, sementara kurban Qabil ditolak. Ini menimbulkan kemarahan Qabil, yang merasa terhina.
Dalam keadaan emosional ini, ia mendengarkan bisikan iblis yang mendorongnya untuk membunuh saudaranya sendiri.
Baca Juga: Eksplorasi Kuliner Halal di Lee Garden Night Market, Thailand: Peluang Bisnis Halal untuk Pemula
Akhirnya, Qabil membunuh Habil dalam kegelapan karena kemarahan dan kecemburuan.
Ini adalah pembunuhan pertama yang dilakukan oleh manusia dan menunjukkan seberapa jauh iri hati dapat membawa seseorang ke kebinasaan.
Qabil menjadi bingung dan tidak tahu harus melakukan apa dengan jenazah saudaranya setelah melakukan perbuatan keji tersebut.
Baca Juga: Potensi Pasar Syariah di Indonesia: Peluang Besar untuk UMKM dan Entrepreneur
Dalam sebuah cerita dalam Al-Qur'an, Allah mengirim dua burung gagak kepada Qabil untuk mengajarkannya cara menguburkan Habil.
Kisah Habil dan Qabil adalah pengingat yang tak terlupakan tentang bahaya kecemburuan dan pentingnya menjaga hubungan baik.