Dalam setiap kesempatan, Bilal menunjukkan komitmennya untuk meminta umat islam untuk melaksankan shalat.
Meskipun berasal dari latar belakang yang terpinggirkan sebagai seorang budak berkulit hitam, Bilal dipilih oleh Nabi Muhammad untuk posisi kehormatan ini.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam islam, semua manusia adalah setara tanpa memandang ras atau status sosial.
Baca Juga: Nasihat Al-Qur’an Panduan Hidup untuk Generasi Muda
Bilal juga terlibat dalam berbagai peperangan bersama Nabi Muhammad, termasuk Perang Badar dan Perang Uhud.
Ia dikenal sebagai sosok yang selalu siap berjuang demi agama Allah dan menegakkan kebenaran.
Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada tahun 11 H, Bilal memilih untuk meninggalkan Madinah menuju Syam karena merasa kehilangan besar atas kepergian Rasulullah.
(Dinda Putri R)