Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Hati Lelah, Syukur Menjadi Obatnya

- Sabtu, 8 November 2025 | 17:09 WIB
Ketika hati mulai lelah, berhentilah sejenak untuk bersyukur. (Foto/Ilustrasi)
Ketika hati mulai lelah, berhentilah sejenak untuk bersyukur. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Malam di Madinah terasa begitu tenang. Angin berhembus lembut, langit bertabur bintang, dan setiap rumah telah terlelap dalam mimpi damai.

Di antara keheningan itu, ada satu suara lembut yang memecah kesunyian bisikan doa dari Rasulullah ﷺ yang sedang bersujud panjang di hadapan Rabb-nya.

Itulah momen paling indah dalam sejarah kesyukuran manusia: sujud Nabi bukan karena meminta, tapi karena berterima kasih.

 Sujud Syukur di Tengah Malam

Diriwayatkan dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ pernah shalat malam hingga kedua kakinya bengkak. Ketika beliau ditanya,

Baca Juga: Ketika Ramadan Mengubah Hidup: Setiap Ramadan datang, ada sesuatu yang berubah dalam diri manusia. Tidak semua bisa dijelaskan dengan logika, tapi sel

“Wahai Rasulullah, bukankah engkau telah diampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?” Beliau menjawab, “Apakah tidak sebaiknya aku menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jawaban itu mengguncang kesadaran. Syukur ternyata bukan tentang seberapa banyak nikmat yang diterima, tapi tentang seberapa dalam hati mengenal Tuhannya.

Rasulullah mengajarkan bahwa rasa syukur sejati muncul bukan saat hidup mudah, tapi saat hati mengenal siapa Pemberi nikmat itu.

Syukur: Bukan Hanya di Bibir

Bersyukur dalam Islam bukan sekadar mengucap “Alhamdulillah”, tetapi juga bagaimana kita menggunakan nikmat untuk ketaatan. Lidah bersyukur dengan dzikir, hati bersyukur dengan ridha, dan tubuh bersyukur dengan amal saleh.

Baca Juga: Ramadan di Nusantara: Tradisi Berkah dari Sabang sampai Merauke

Rasulullah ﷺ menunjukkan keseimbangan itu: beliau bersyukur dengan ibadah, berterima kasih dengan amal, dan mencintai Allah lewat tindakan nyata.

Bahkan dalam setiap langkahnya, syukur terasa hidup—dalam ucapan lembut kepada sahabat, dalam sabar menghadapi musuh, dalam senyum kepada umat yang baru belajar beriman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X