Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Hati Gelisah, Bacalah Doa Syukur Nikmat Ini

- Jumat, 3 Oktober 2025 | 12:09 WIB
Ketika hati gelisah, ingatlah nikmat Allah. Doa syukur adalah kunci ketenangan sejati. (Foto/Ilustrasi)
Ketika hati gelisah, ingatlah nikmat Allah. Doa syukur adalah kunci ketenangan sejati. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Ketika Hati Gelisah, Bacalah Doa Syukur Nikmat Ini Ala Ifa

Hidup manusia tak pernah lepas dari ujian. Kadang hati terasa sesak, pikiran diliputi gelisah, dan langkah terasa berat.

Namun, di balik kegelisahan itu, ada kunci sederhana yang sering terlupakan: bersyukur. Ala Ifa menekankan bahwa doa syukur atas nikmat yang Allah berikan bukan hanya sebatas ucapan, melainkan jalan menuju ketenangan sejati.

Doa syukur nikmat ini bukanlah ritual rumit, melainkan kalimat yang lahir dari hati yang ikhlas. Saat hati gelisah, manusia cenderung mencari pegangan pada dunia, padahal ketenangan sesungguhnya bersumber dari ingat kepada Allah.

Dengan melafalkan doa syukur, kita diajak menenangkan diri, merenungkan nikmat yang masih dimiliki, dan menyadari bahwa kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada segala kegelisahan.

Baca Juga: Doa Syukur Nikmat: Kunci Bahagia Sejati

Banyak orang hanya berdoa ketika meminta sesuatu, namun lupa bersyukur atas apa yang sudah dimiliki.

Padahal, doa syukur justru membuka pintu nikmat baru. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa siapa yang pandai bersyukur, Allah akan menambah nikmatnya. Artinya, kegelisahan bisa diubah menjadi ketenangan dengan menyadari karunia yang telah ada.

Dalam tradisi islami, doa syukur nikmat sering dibaca setelah sholat atau ketika hati merasa penuh beban.

Ala Ifa menggambarkan doa ini sebagai “jembatan spiritual” yang menghubungkan hati manusia dengan Sang Pencipta. Saat kalimat syukur dilantunkan, hati perlahan melembut, kegelisahan berkurang, dan jiwa merasa lebih ringan.

Baca Juga: Rahasia Doa Syukur Nikmat yang Membuka Rezeki

Kegelisahan sering muncul karena fokus pada kekurangan. Doa syukur mengajarkan kita untuk membalikkan cara pandang: alih-alih meratap pada apa yang tidak dimiliki, kita diajak merayakan apa yang masih ada.

Kesehatan, keluarga, udara untuk bernapas, rezeki kecil yang cukup—semuanya adalah anugerah besar yang layak disyukuri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X