Kamis, 4 Juni 2026

Doa Bersama Warga Desa yang Membawa Hujan Setelah Kekeringan Panjang

- Jumat, 26 September 2025 | 12:16 WIB
elayan yang Selamat dari Ombak Besar Berkat Dzikir dan Doa (Foto/Ilustrasi)
elayan yang Selamat dari Ombak Besar Berkat Dzikir dan Doa (Foto/Ilustrasi)

IFA.id – Musim kemarau panjang melanda sebuah desa di Nusa Tenggara. Sawah mengering, sumur-sumur dangkal tak lagi berair, dan ternak banyak yang mati. Warga resah, panen gagal, dan anak-anak harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih.

Namun di tengah kegelisahan itu, para tokoh desa mengajak masyarakat untuk mengandalkan kekuatan terakhir: doa bersama.

Hari Jumat pagi, warga berkumpul di lapangan luas. Tua, muda, laki-laki, perempuan, semua hadir. Imam desa memimpin salat istisqa, salat khusus memohon turunnya hujan.

Suasana hening, hanya terdengar tangis lirih anak-anak dan doa yang bergema:

Baca Juga: IFA.id Ungkap Waktu Mustajab Membaca Doa Seusai Sholat

“Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna...”
(Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami).

Wajah-wajah penuh harap menengadah ke langit biru yang kering, berharap ada awan mendung datang.

Sore harinya, langit yang selama ini cerah berubah kelabu. Angin membawa aroma basah yang lama hilang. Tak lama kemudian, hujan deras turun mengguyur desa itu.

Warga berlarian ke luar rumah, menengadahkan tangan sambil menangis haru. Anak-anak bermain di bawah hujan, orang tua berpelukan, dan azan syukur berkumandang dari masjid desa.

Baca Juga: IFA.id Ungkap Waktu Mustajab Membaca Doa Seusai Sholat

“Seumur hidup saya, belum pernah melihat doa secepat ini dijawab Allah,” ujar seorang warga tua dengan mata berkaca-kaca.

A.id mencatat, kejadian ini menunjukkan betapa kuatnya doa kolektif. Ketika satu hati dan satu suara bersatu memohon pada Allah, doa itu bagaikan gelombang besar yang menembus langit.

Rasulullah ﷺ pun pernah mencontohkan salat istisqa ketika Madinah dilanda kekeringan, dan hujan segera turun setelah beliau berdoa.

Hujan yang turun tidak hanya menyuburkan tanah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat warga. Mereka mulai mengolah sawah, menanam kembali, dan memperbaiki sumur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X